Lima mahasiswa Undip berhasil mengembangkan ADA-KAMI (Adsorben Abu Sekam Padi) sebagai Solusi dalam Produksi Fuel Grade Ethanol. Lima mahasiswa tersebut adalah dari Fakultas Teknik Undip yakni Ari Purnomo (Teknik Kimia), Misbahudin Al Hanif (Teknik Kimia), Chusnul Khotimah (Teknik Kimia), Ummi Az Zuhra(Teknik Kimia), dan Bellatrik Rahma Putri (Teknik Lingkungan) dengan bimbingan Dr. Andri Cahyo Kumoro, ST., MT.

Ketua tim PKM Ari Purnomo mengemukakan bahwa untuk dapat digunakan sebagai bahan bakar, etanol harus memiliki kemurniaan lebih dari 99,5 % (fuel grade ethanol).

“Berdasarkan pertimbangan ekonomi, konsumsi energi, dan dampaknya terhadap lingkungan, maka untuk meningkatkan kemurnian etanol digunakan metode adsorpsi (penjerapan) dengan adsorben (penjerap) hidrofobik yang bersifat non polar sehingga dapat menjerap etanol dari campuran etanol-air. Dalam mewujudkan etanol fuel grade melalui metode adsorspsi dengan adsorben hidrofobik yang berarti hanya menyerap etanol tanpa menyerap air,” ujarnya.

Zeolite sintesis yang berperan sebagai adsorben digunakan untuk menyerap etanol dalam larutan etanol-air. Zeolit merupakan material yang tersusun atas unsur silika dan alumina dengan perbandingan tertentu. Sebagai penyerap etanol dalam larutan etanol-air, maka zeolite harus bersifat hidrofobik dengan rasio silika dan alumina sebesar 10:1.

“Oleh karena itu, diperlukan sumber silika yang cukup besar dalam pembuatan zeolit hidrofobik ini untuk pemurniaan etanol. Abu sekam padi yang diketahui mempunyai kandungan silika yang sangat tinggi, dipilih untuk mereduksi biaya khususnya sumber silika yang cukup mahal,” ujarnya

“Pada penelitian ini, abu sekam padi dapat dijadikan alternatif sumber silika pada pembuatan zeolit sintesis yang dapat digunakan sebagai adsorben yang berkelanjutan dan ekonomis sehingga mampu memperoleh fuel grade ethanol dengan kemurnian lebih dari 99,5% sebagai pengganti bensin.

“Kami berharap inovasi baru yang telah berhasil mendapatkan dana hibah penelitian Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian dari Dikti tahun 2017 ini dapat meningkatkan produksi fuel grade ethanol sebagai bahan bakar berkualitas tinggi dan ramah lingkungan, serta memanfaatkan lebih lanjut abu sekam padi yang masih minim pemanfaatannya sekaligus mengurangi hasil samping pembakaran industri batu bata,” tandasnya.