As Shaf Arrad Fitroh, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor  (FPIK-IPB) dan teman-temannya yaitu Akhmad Khoeron, Richo Oscar F, dan Yeyen Laorenza yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa menemukan inovasi cemerlang dalam bidang penyimpanan energi berbentuk superkapasitor. Bermula dari keikutsertaannya dalam kegiatan pengabdian masyarakat di Yogyakarta dan Jepara, pemuda yang biasa dipanggil Asshaf ini menemukan ide kreatifnya. Saat kegiatan pengabdian masyarakat di tempat para penyamakan kulit ikan, ia melihat adanya limbah hasil penyamakan yang belum termanfaatkan bahkan bersifat toksik (racun) dan tidak ramah lingkungan.
Kulit ikan sendiri merupakan limbah. Sedangkan proses penyamakan kulit ikan dibuat berbagai macam kerajinan seperti dompet dan tas untuk menghasilkan limbah berupa cairan dan padatan. Sejauh ini, pengelolaan limbah cair sudah cukup banyak sedangkan untuk limbah padat masih belum ada bentuk pengolahan yang baik. Padahal, kandungan chromiumi yang digunakan saat proses penyamakan masih tertinggal pada limbah padat dan sangat berbahaya.
Melihat fenomena tersebut, pria berusia 20 tahun ini berinisiatif mencari solusi pemanfaatan limbah yang tepat dan bernilai tinggi. Asshaf mengajak ketiga temannya sesama mahasiswa IPB untuk turut serta dalam penelitiannya. Analisis tentang kebutuhan besar masa kini yang paling dicari oleh kebanyakan orang, akhirnya Asshaf memutuskan untuk membuat superkapasitor dari bahan limbah penyamakan kulit ikan. Perkembangan zaman semakin pesat, hampir setiap hari dalam semua sektor bersinggungan dengan listrik dan elektronik. Kemajuan yang pesat mengarah pula akan kebutuhan daya atau energi yang besar, terutama energi listrik. Bukan hanya kebutuhan pada listrik, kebutuhan akan perangkat penyimpanan energi yang besar juga sangat diperlukan. Saat ini, perangkat penyimpanan energi yang tersedia adalah baterai. Akan tetapi, baterai sebagai penyimpan energi masih memiliki kekurangan yaitu kapasitas penyimpanan dayanya masih kecil. Oleh karena itu saat ini dibutuhkan perangkat penyimpanan energi yang lebih besar berupa superkapasitor. Komponen superkapasitor salah satunya adalah karbon.
Karbon dipilih karena biayanya yang relatif murah, pengembangan proses industri yang relatif mudah dan memiliki ketersediaan material yang banyak. Karbon aktif umumnya material yang berasal dari prekursor organik yang kaya karbon seperti kayu, batu bara/kokas dan bahan organik lainnya. Material-material tersebut akan melalui karbonisasi atau aktivasi fisik suhu tinggi dan proses kimiawi untuk menghasilkan karbon yang tinggi. Berdasarkan literatur  limbah penyamakan kulit ikan dapat dijadikan karbon aktif melalui proses pirolisis pada suhu 600 derajat Celcius. Karbon hasil pirolisis limbah penyamakan kulit tersebut memiliki karakteristik struktur heksagonal, yang tersusun dalam grafit dengan adanya satu elektron bebas, sehingga dapat bersifat konduktif sehingga berpotensi digunakan sebagai kapasitor listrik. (KHO/ris)
CP Asshaf / HP 0856-9700-6460