Saat ini, pembudidayaan berbagai jenis komoditas hortikultura telah banyak menggunakan benih hibrida yang dapat menghasilkan hasil panen dan kualitas yang lebih baik, namun dengan harga yang relatif tinggi. Harga benih yang tinggi tersebut menjadi alasan perlunya teknik penyemaian yang dapat menjamin daya hidup bibit yang maksimum dan bebas dari penyakit. Biasanya para pelaku pertanian baik tingkat individu maupun industri telah banyak menggunakan tray semai sebagai media penyemaian untuk memperoleh bibit yang baik dan memudahkan pemindahan bibit menuju lahan ataupun media lainnya.

Ada kelemahan dalam pengaplikasian tray semai saat ini yaitu proses peletakan benih pada sel tray secara manual yang membutuhkan waktu lama dan ketelitian yang tinggi serta memerlukan banyak pekerja pada produksi skala besar. Sehingga timbullah kebutuhan akan mekanisasi dalam membantu proses penyemaian benih dianggap perlu untuk menjaga tingkat produktivitas, mutu dan kontinuitas komoditas yang dibudidayakan tetap tinggi.

Dengan adanya permasalahan tidak efisiensi dalam penyemaian benih tersebut, Erlan Sugriat Sonjaya, mahasiswa Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) Institut Pertanian Bogor (IPB) menciptakan sebuah inovasi yang merancang manipulator untuk robot penyemai benih pada tray semai. Erlan mengungkapkan bahwa penelitiannya yang berjudul “Rancang Bangun Manipulator Untuk Robot Penyemai Benih pada Tray Semai” bertujuan untuk merancang salah satu bagian dari robot yaitu manipulator, dikarenakan jenis ini memiliki kecepatan dan keakuratan yang tinggi.

Ide dasar penggunaan robot untuk mesin penyemai adalah adanya kemampuan robot yang ternyata dapat diadaptasikan untuk mengerjakan tugas tertentu pada lingkungan kerja yang berbeda dan tray semai yang jumlah selnya juga berbeda. Erlan menyesuaikan rancangan robot sebagai penyemai benih dengan memilih jenis manipulator dan mekanisme end-effector. Erlan memilih manipulator pararel tipe delta sebagai desain manipulator dikarenakan jenis ini memiliki kecepatan dan keakuratan yang tinggi. Keunggulan jenis robot ini adalah mampu mencapai koordinat ruang dengan kecepatan tinggi, hal ini disebabkan oleh rendahnya momen inersia dan manipulator robot tersebut.

Hasil pengujian manipulator menunjukkan bahwa manipulator dapat menjangkau tiap sel pada empat tray yang diuji, dimana tingkat keberhasilan manipulator mencapai 100 persen pada tray 50,72,105 sel serta 99,6 persen pada tray 200 sel. Pengujian kapasitas kerja menunjukkan bahwa manipulator dapat melakukan penyemaian pada kisaran 3.200 sampai 3.500 sel perjamnya. Erlan mengungkapkan harapannya, penerapan teknologi robotic ini dapat diterapkan untuk menanggulangi permasalahan mesin tray semai yang ada saat ini tanpa harus mengurangi efektivitas kerjanya.(SM)