JAKARTA – Direktur Jenderal Sumber Daya Iptekdikti Ali Ghufron Mukti menyampaikan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam membangun kesadaran masyarakat untuk turut berperan serta pada program jaminan kesehatan semesta yang digagas oleh BPJS Kesehatan.

Hal ini disampaikan Ali Ghufron Mukti pada penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tentang Perluasan Kepesertaan Program Jaminan Kesehatan di Perguruan Tinggi pada Kamis (9/3).

“Masyarakat saat ini bergabung dengan BPJS Kesehatan hanya sebatas mendaftar saja. Belum mengerti pentingnya memiliki jaminan kesehatan. Maka dari itu, peran mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan diharapkan bisa menjadi agen perubahan yang mampu memberi bimbingan kepada masyarakat untuk turut serta dalam program jaminan kesehatan semesta ini”, jelas Ali Ghufron Mukti.

Lebih lanjut Ali Ghufron Mukti menjelaskan bahwa Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi sangat mendukung BPJS Kesehatan dalam mewujudkan jaminan kesehatan semesta (Universal Health Coverage) di Indonesia yang ditargetkan tercapai pada 1 Januari 2019.

Dari sisi infrastruktur kesehatan, Kemristekdikti turut serta dalam menyediakan fasilitas kesehatan berupa 24 rumah sakit pendidikan. Saat ini 12 rumah sakit pendidikan telah beroperasi baik sebagai sarana pembelajaran maupun sebagai fasilitas layanan kesehatan bagi masyarakat.

Selain itu, Kemristekdikti juga turut serta memperluas kepesertaan masyarakat dalam program jaminan kesehatan semesta. Kemristekdikti mendorong dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa di berbagai PTN untuk turun berpartisipasi sebagai peserta jaminan kesehatan ini. (TJS)