Pada Pameran Ritech Expo 2016 yang diadakan di stadion Manahan Solo, LAPAN memamerkan karya-karya hasil dari penelitian mereka, salah satunya adalah pesawat tanpa awak (drone) yang terbaru buatan mereka, yaitu LSU -03.

Tri widodo, koordinator humas LAPAN menjelaskan, drone ciptaan LAPAN mempunyai banyak fungsi, “untuk pemantauan juga, untuk pemetaan, juga pemotretan, seperti kita melakukan pemotretan di puncak merapi untuk melihat aktivitas pergeakan lahar,” ujarnya.

Drone ini juga membantu latihan tempur militer pada 2013 dan 2014. Drone ini memotret untuk melihat efektifitas dan jangkauan daya tembak rudal pada latihan militer.

Ia juga menambahkan sebenarnya ada pesawat yang lebih canggih. “Kita juga punya pesawat LAPAN¬†surveillance aircraft untuk pemotretan yang lebih luas,” ungkapnya.

Drone tipe LSU-03 tersebut mempunyai bentang sayap sepanjang 3500mm, panjang 2500mm, dan mempunyai berat 7kg, mampu menembus kecepatan 150km/jam dengan airspeed stall pada 60km/jam dikarenakan mempunyai mesin 2 tak 60cc. Drone ini juga mempunyai rekor dengan menempuh jarak 340 KM dalam waktu 12 jam.

Harapan LAPAN kedepanya agar Pemerintah mendukung penuh semua kegiatan LAPAN terutama dalam bidang pendidikan dan juga  berharap hubungan yang lebih intens kepada dunia pendidikan karena peneliti-peneliti kebanyakan berasal dari dunia pendidikan.