JAKARTA – Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menargetkan akan menambah tiga science center baru di beberapa wilayah di Indonesia hingga akhir tahun 2016. Ketiga daerah yang direncanakan menjadi lokus pembangunan adalah Makassar, Bali dan Sumbawa. Hal ini dinyatakan oleh Jumain Appe, Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, di sela acara Kongres Asosiasi Science Center Indonesia (ASCI) ke-3 di BSD City, Serpong (3/10/2016).

Menurut Jumain, hingga saat ini Kemenristekdikti telah mengembangkan setidaknya 18 Pusat Peragaan Iptek (PP-Iptek), sejak awal dikembangkannya science center ini pada tahun 1991 di Jakarta, yang kemudian disusul tahun 2000 di Padalarang, Palembang, Yogyakarta, dan beberapa daerah lainnya. “Kedepan, Kementerian akan membangun PP-Iptek di tiga daerah yakni Makassar, Bali dan Sumbawa. Karena itu, kami akan terus promosikan PP-Iptek di daerah agar orang atau warga mau berkunjung ke PP-Iptek tersebut,”  ujarnya.

whatsapp-image-2016-10-03-at-20-09-32 whatsapp-image-2016-10-03-at-20-09-31

Pada kesempatan tersebut, Jumain juga menambahkan bahwa Kemenristekdikti secara intensif terus mendorong pemerintah daerah agar dapat merespon pentingnya membangun science center di wilayahnya masing-masing. PP-Iptek yang berada di bawah naungan direktorat jenderal yang dipimpinnya, akan mengambil peran dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada setiap daerah yang berkeinginan merintis pembangunan science center di wilayahnya. “Misi pendirian PP-Iptek adalah untuk menumbuhkembangkan pemahaman dan apresiasi masyarakat mengenai pentingnya iptek dalam pembangunan bangsa dan negara. Untuk itu, pemerintah telah melakukan berbagai upaya dengan menjalin kemitraan, baik di lingkungan institusi pemerintah, dunia industri, maupun perguruan tinggi, agar bersama-sama memberikan perhatian yang besar kepada pembentukan PP-Iptek di daerah,” tandasnya.

Dalam Kongres ASCI yang digelar selama tiga hari sejak 3-6 Oktober 2016 tersebut, beberapa hal penting yang dibahas antara lain mengenai peningkatan pelayanan science center melalui pengembangan alat-alat peraga berdasarkan isu yang diperlukan, sharing pertukaran alat peraga, pembangunan jaringan kemitraan, dan hal-hal yang dibutuhkan pengunjung, termasuk perumusan strategi yang dilakukan agar masyarakat tertarik berkunjung ke PP-Iptek.

ASCI sendiri merupakan lembaga yang menaungi science center di seluruh Indonesia. Science center sebagai wahana pembelajaran iptek non formal, memiliki peran dalam meningkatkan pemahaman terhadap iptek bagi masyarakat di segala usia. Di samping itu, pembentukan ASCI juga diharapkan dapat menjadi wadah kerjasama antar science center, perintisan dan pembangunan science center di daerah, serta pengembangan jejaring dengan berbagai stakeholder. (PSP)