SIARAN PERS
No.  /SP/HM/BKKP/X/2016

Jakarta, 5 Oktober 2016

 

Pusat Peragaan IPTEK (PP-IPTEK), Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) akan mengadakan Kompetisi Roket Air Nasional (KRAN) pada tanggal 7-8 Oktober 2016. Kompetisi ini dilaksanakan di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PUSPIPTEK), Serpong.

Kompetisi ini terdiri dari 2 sesi, yakni pembuatan roket air dan peluncuran roket air. Peserta kompetisi ini berasal dari sekolah di seluruh Indonesia yang berusia 12-16 tahun.

Kompetisi roket air merupakan ajang adu kreatifitas di bidang teknologi kedirgantaraan, dimana roket air digunakan sebagai salah satu medianya. Dalam kompetisi ini, peserta akan adu keterampilan dalam mendesain dan meluncurkan roket air berdasarkan zona sasaran yang sudah ditentukan mengacu pada aturan yang berlaku pada kompetisi tingkat internasional.

Tujuan kompetisi roket air , yaitu untuk menumbuhkembangkan minat, kreatifitas, dan inovasi pelajar Indonesia terhadap pengembangan teknologi kedirgantaraan.

Jumlah peserta KRAN 2016 sebanyak 98 siswa yang berasal dari berbagai kota di Indonesia yang sebelumnya telah menyelenggarakan Kompetisi Roket Air Regional (KRAR) di masing-masing wilayah, yaitu wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, Semarang, Yogyakarta, Solo, Palembang, Belitung Timur, Sawah Lunto Sumatera Barat, dan Bandar Lampung. KRAR di masing-masing wilayah diselenggarakan oleh Science Center Daerah.

Pembukaan KRAN 2016 dibuka oleh Direktur Sistem Inovasi Kemenristekdikti, Dr. Ir. Ophirtus Sumule, DEA. Pembukaan akan dihadiri pula selain jajaran pejabat Kemenristekdikti juga dihadiri oleh Kepala Biro Humas Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Chris Dewanto.

Kompetisi ini menjadi langkah akhir peserta menuju Kompetisi Roket Air Internasional pada ajang Asia Pacific Space Agency Forum (APRSAF) yang tahun ini diselenggarakan di Manila, Filipina.

PP-IPTEK sebagai science center pertama di Indonesia dan salah satu wahana pembelajaran iptek bagi masyarakat luas, khususnya generasi muda memiliki peran strategis dalam memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia sesuai dengan visi dan misi negara.

 

##