SURABAYA – Di berbagai kesempatan sering kita dengar Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyuarakan tentang “Revitalisasi Pendidikan Tinggi Vokasi”, salah satu program dari Kemenristekdikti. Tujuannya jelas, yaitu untuk mengembangkan pendidikan tinggi vokasi yang link and match dengan industri.

“Dengan adanya revitalisasi pendidikan tinggi vokasi, saya harap politeknik dapat menghasilkan tenaga kerja profesional dan dapat mendukung 14 kawasan ekonomi khusus (KEK) dan pusat-pusat pertumbuhan di seluruh Indonesia,” ujar Menteri Nasir pada upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2017 di Stadion Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Selasa (2/5).

Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Kemenristekdikti mengangkat tema “Peningkatan Relevansi Pendidikan Tinggi untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi” pada Hardiknas kali ini.

Peningkatan relevansi pendidikan tinggi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi tidak mungkin dilakukan oleh perguruan tinggi itu sendiri. Diperlukan kerjasama antar institusi pendidikan tinggi, institusi riset, unit pemerintahan lainnya, industri, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Saya mengundang berbagai pihak untuk dapat berkolaborasi menjadikan perguruan tinggi sebagai institusi yang inovatif, kompetitif, dan secara nyata berkontribusi pada pembangunan ekonomi nasional,” ajak Nasir.

Pada upacara yang diikuti oleh lebih dari 6.000 peserta ini, Menristekdikti juga menekankan pentingnya penelitian untuk tidak berhenti pada publikasi, prototype, atau paten saja.

“Selamat Hari Pendidikan Nasional, bersama kita ciptakan kolaborasi yang nyata untuk hasil nyata pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tutup Nasir. (FLH)

Galeri