TANJUNG PINANG – Setelah melakukan rangkaian kegiatan selama satu bulan, KKN Kebangsaan 2016 resmi ditutup pada Jumat (26/8). Sejumlah 675 peserta KKN Kebangsaan turut hadir dalam acara penutupan KKN Kebangsaan yang bertemakan “Pengembangan Ekowisata Bahari Pulau Terdepan, Tertinggal, dan Terisolir (3T) Propinsi Kepulauan Riau Berbasis Masyarakat Sebagai Strategi Menjaga Kedaulatan NKRI”.

Acara dibuka oleh Ketua Pelaksana KKN Kebangsaan (KKNB), Said Raza’i, dengan membacakan laporan kegiatan. Dalam sambutannya, Said dengan bangga mengucapkan selamat kepada seluruh mahasiswa peserta, yang telah mengisi 85% website KKNB tentang potensi ekowisata Kepulauan Riau. Sebelumnya, selama 31 hari para mahasiswa peserta KKNB dibagi ke 40 desa di Kepulauan Riau, dan melaksanakan tugas mereka untuk menggali potensi ekowisata bahari di Kepulauan Riau, serta secara konkrit membangun nilai kebangsaan di dalam diri mereka maupun di masyarakat.

Kehadiran Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Intan Ahmad, disambut dengan hangat oleh seluruh peserta dan tamu undangan. Dalam sambutannya, Intan menjelaskan bahwa kompleksitas abad ke-21 ini tidak hanya harus dipahami denganscience, technology, dan innovation saja, namun juga harus dipahami dari sudut pandang sosial. Untuk dapat berkomunikasi dengan masyarakat, diperlukan kegiatan-kegiatan seperti ini, sehingga dapat menciptakan unity in diversity dalam menyelesaikan permasalahan serta dalam pembangunan bangsa.

“Masa depan bangsa Indonesia ada pada pundak para pemuda. Kepada seluruh mahasiswa, terus buktikan bahwa kalian semua adalah agen perubahan sosial,” himbau Intan pada seluruh mahasiswa peserta KKNB.

Dalam menutup kegiatan KKN Kebangsaan tersebut, Dirjen Belmawa juga turut menegaskan bahwa hasil kegiatan tersebut merupakan salah satu Networking Asset, karena sudah terjalin kerjasama antar Perguruan Tinggi, sehingga kedepannya akan mempermudah kerja sama lain yang berkaitan dengan membangun pendidikan dan daerah 3T. (DRT)