PANGANDARAN – Penyelenggaraan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Padjadjaran (UNPAD)-Pangandaran, dan rencana pengembangan kawasan Geopark di Kabupaten Pangandaran semakin kuat ditandai dengan serangkaian penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran, serta antara Pemkab Pangandaran dengan Rektor Unpad dan PT Biofarma pada Senin (13/3) di Gedung Kampus Sementara PSDKU Unpad-Pangandaran.

PSDKU merupakan usaha Pemerintah dalam meningkatkan pembangunan wilayah Jawa Barat, khususnya Priangan Timur. UNPAD mulai menyelenggarakan kegiatan akademik di pangandaran pada tahun ajaran 2016/2017. UNPAD Pangandaran membuka 5 program studi, yakni ilmu komunikasi, administrasi bisnis, perikanan, peternakan, dan keperawatan.

Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata berharap kehadiran UNPAD di Pangandaran dapat mendorong pembangunan di Pangandaran dan membawa Kabupaten Pangandaran sejajar dengan Kabupaten lainnya di Jawa Barat.

“Nota kesepahaman ini adalah kegiatan relevan untuk dapat menghasilkan tenaga kerja yang kompeten dan terampil untuk mengisi pembangunan,” ujar Menristekdikti Mohamad Nasir dalam sambutannya usai menandatangani nota kesepahaman.

Sebagaimana diketahui modal dasar pengembangan dan penerapan iptek ini adalah SDM yang berkualitas, inovatif, kreatif, kompetitif, dan terampil yang mampu menjawab permasalahan nyata bangsa untuk menggapai kesejahteraan tambah Nasir.

Nasir juga berharap dengan adanya penandatangan nota kesepahaman ini, UNPAD dapat memberikan kontribusi yang semakin bermakna dengan memberikan pendidikan bermutu dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mempermudah akses masyarakat terhadap pelayanan pendidikan tinggi berbasis ilmu pengetahuan, teknologi dan riset, serta meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tinggi di Indonesia pada umumnya dan Jawa Barat pada khususnya.

“Besar harapan saya PSDKU UNPAD dapat meningkatkan kualitas SDM Jawa Barat, membentuk manusia cendekia dengan kemampuan profesional dan iptek tinggi guna menjawab berbagai kebutuhan dan tantangan zaman yang terus berubah secara dinamis,” kata Nasir.

Geopark Pangandaran

Penandatanganan nota kesepahaman juga dilakukan antara Pemerintah Kabupaten Pangandaran dengan UNPAD dan PT Biofarma terkait kerja sama riset untuk pengembangan Biodiversity Cultural Diversity dan Geo Diversity Rintisan Pengembangan Geopark di Pangandaran, dengan disaksikan oleh Menristekdikti dan Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Intan Ahmad.

Meurut Rektor Unpad Tri Hanggono, potensi bentang alam, serta keanekaragaman hayati dan budaya yang ada di Kabupaten Pangandaran membuat  kabupaten ini layak untuk menjadi wilayah Geopark Global versi UNESCO. Pengembangan kawasan Geopark membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, melalui penandatanganan nota kesepahaman hari ini diharapkan perwujudan kawasan Geopark dapat tercapai dengan baik. (FLH)