Jakarta – Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi melakukan serah terima produk inovasi berupa alat bantu jalan kepada Rumah Sakit Umum Daerah Universitas Sebelas Maret (RSUD UNS) pada Kamis (29/9) di Surakarta. Diwakili Direktur Inovasi Industri, Santosa Yudo Warsono, Kemenristekdikti menyerahkan alat bantu jalan bernama Parapoduns, produksi CV Rigen Sarana Mukti yang bekerjasama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS), kepada Direktur Utama RSUD UNS, Zainal Arifin Adnan. Hadir dalam acara tersebut, Direktur CV Rigen Sarana Mukti, Bambang Sulistyawan, serta inovator dari UNS, Kuncoro Diharjo.

Pada hari berikutnya, Jumat (30/9) di Kabupaten Pacitan Jawa Timur, dilakukan acara serupa yakni serah terima Parapoduns dari Kemenristekdikti kepada RSUD Pacitan, yang diterima langsung oleh Direktur Utama RSUD Pacitan, Iman Darmawan. Pada kesempatan tersebut, Santosa menyatakan bahwa produk inovasi berupa alat bantu jalan ini diharapkan dapat segera diuji untuk penggunaan di lingkungan sebenarnya, sehingga dapat diketahui kekurangan dan kelemahannya. Santosa juga menambahkan bahwa dalam pelaksanaan pengujian, diperlukan respon atau masukan-masukan dari Tim RSUD UNS maupun RSUD Pacitan, yang dapat digunakan sebagai bahan perbaikan proses produksi selanjutnya.

Kegiatan serah terima produk inovasi yang dilakukan di dua lokasi berbeda ini, merupakan bagian dari program Insentif Teknologi dari Kemenristekdikti, sebagai salah satu upaya untuk memperkuat hilirisasi hasil penelitian dan produk inovasi dalam negeri. Skema pendanaan insentif Kemenristekdikti yang telah berjalan sejak tahun 2015, telah memberikan insentif kepada 19 industri pada tahun 2015 dan 40 industri pada tahun 2016. CV Rigen Sarana Mukti, produsen Parapoduns yang berlokasi di Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah, menjadi salah satu industri yang menerima insentif di tahun 2016.

Parapoduns, yang dihasilkan oleh perusahaan yang bergerak di bidang produksi alat-alat kesehatan ini, adalah parapodium dinamik atau alat bantu jalan yang berguna bagi penderita paraplegia. Selain mampu menggerakkan organ tubuh yang terkena paraplegia, alat kesehatan ini juga dapat memperlancar metabolisme sehingga memungkinkan pasien sembuh dari paraplegia. Paraplegia sendiri merupakan kondisi dimana seseorang kehilangan kemampuannya menggerakkan anggota tubuh bagian bawah atau yang kerap disebut lumpuh kaki.

Dibandingkan produk impor serupa yang menggunakan bahan chrome, parapodium dinamik buatan dalam negeri ini diklaim memiliki kelebihan dari segi bahannya yang menggunakan stainless steel tahan karat. Hingga bulan Oktober ini, Parapoduns telah diproduksi sebanyak enam buah, dimana empat di antaranya diserahkan ke RSUD UNS dan RSUD Pacitan, sementara dua sisanya akan segera diserahkan ke RSUD Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar dalam waktu dekat. (PSP)

parapondus4 parapondus6

parapondus2 parapondus3

parapondus7 parapondus5