SIARAN PERS
No. 09/SP/HM/BKKP/V/2016

Dalam menyambut Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2016 Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) meluncurkan tiga program unggulan baru yaitu; (i) Program Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia (BUDI), (ii) Program Penomoran Ijazah Nasional (PIN), serta (iii) Pusat Informasi dan Pelayanan Terpadu (PINTU), demikian dikatakan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, M. Nasir dalam sambutannya pada upacara Hari Pendidikan Nasional 2016 di Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan (2/05/16).

Program Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia atau yang disingkat BUDI adalah program lintas kementerian. Bersama dengan Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP), Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemenristekdikti memberikan kesempatan bagi para dosen tetap Indonesia dari Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta yang telah memiliki NIDN dan atau NIDK (Nomor Induk Dosen Nasional dan atau Nomor Induk Dosen Khusus) melanjutkan pendidikan ke jenjang Pascasarjana, baik dalam maupun luar negeri untuk ditingkatkan kualitas serta kuantitasnya.
“Dengan mengkolaborasikan pengalaman panjang pengelolaan beasiswa yang telah dikuasai oleh Ditjen Sumberdaya Iptek dan Dikti dengan keunggulan cash management yang dimiliki oleh LPDP, sinergi ini akan menguntungkan para penerima beasiswa karena diharapkan proses penerimaan uang beasiswa akan berjalan lebih lancar”, ujar Menristekdikti dalam sambutannya.

Sementara itu, Program Sistem Verifikasi Ijazah secara eLektronik (SIVIL) dan Penomoran Ijazah Nasional (PIN) yang juga diluncurkan dalam rangka Hardiknas 2016 merupakan program yang menjawab keresahan masyarakat terkait tingginya pemberitaan ijazah palsu pada kurun tahun 2015/2016.

Sistem verifikasi ijazah online ini terintegrasi dengan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi, sehingga keabsahan seorang lulusan akan diverifikasi konsistensinya dengan riwayat proses pendidikan di perguruan tinggi dan pemenuhan atas standar nasional pendidikan tinggi “Sistem Verifikasi Ijazah secara online (SIVIL) dan penomoran ijazah nasional (PIN) diharapkan bukan hanya akan memudahkan masyarakat untuk mengecek keabsahan ijazah yang dikeluarkan perguruan tinggi di Indonesia, dan memudahkan Pemerintah dalam memantau statistic lulusan, tapi juga akan meminimalisir beredarnya ijazah palsu.” Tegas M.Nasir.

Program ke tiga yang juga diluncurkan pada Hardiknas tahu ini adalah PINTU (Pusat Informasi dan Pelayanan Terpadu), dimana layanan ini akan mengintegrasikan layanan publik yang ada di Kemristekdikti, seperti layanan teknis pendidikan tinggi, layanan perizinan, layanan informasi serta layanan pengaduan.

PINTU dibentuk atas dasar semangat reformasi birokrasi internal, Kemristekdikti sebagaimana yang juga diamanatkan oleh UU No.25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik agar terwujudnya sistem penyelenggaraan pelayanan publik yang layak sesuai dengan asas-asas umum pemerintahan dan korporasi yang baik, dan PP Nomor 97 Tahun 2014 tentang Pelayanan Terpadu Satu Pintu, yang juga menekankan perlunya membetuk unit pelayanan terpadu yang diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat yang menginginkan pelayanan publik yang transparan, efisien, dan tepat waktu..

Layanan PINTU ini akan menerapkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi mulai dari sistem call center hingga help desk yang dapat melayani masyarakat secara datang langsung, tatap muka (off line) maupun tanpa tatap muka (online) di hari dan jam kerja setiap harinya.

“Kita sering mendengar keluhan dari masyarakat umum maupun dari pemangku kepentingan internal mengenai proses pelayanan publik yang masih terkesan lambat dan kurang informatif. Ke depan keluhan-keluhan seperti ini mudah-mudahan tidak akan kita dengar lagi, karena kita sudah berkomitmen melakukan transformasi pelayanan publik ke arah yang lebih baik dengan mewujudkan “PINTU” ini.” Tegas Menristekdikti.

Galeri