BATAM – Sebagai institusi litbang yang bergerak di bidang nuklir, menjadi sebuah kewajiban dan tantangan bagi Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) untuk mempromosikan serta mendiseminasikan sains dan teknologi nuklir agar lebih diberdayakan dan dioptimalkan dalam beragam aspek kehidupan manusia.

Dalam rangka mewujudkan hal tersebut, BATAN bersama dengan Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Pusat Teknologi & Keselamatan Reaktor Nuklir, Pusat Teknologi Limbah Radioaktif, dan Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir menyelenggarakan Seminar Nasional Teknologi Nuklir dalam rangka menginformasikan berbagai hasil kajian/litbang teknologi nuklir dan iptek pendukungnya serta memfasilitasi para peneliti, praktisi, akademisi, dan pemerhati serta pemangku kepentingan untuk bertukar informasi terkait pengembangan industri Nasional dan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM). Seminar ilmiah Nasional ini diselenggarakan pada 4-5 Agustus 2016, yang bertemakan “Peran Energi Nuklir dalam Pengembangan Industri Nasional dan Peningkatan Kapasitas SDM,” dengan Politeknik Negeri Batam sebagai tuan rumahnya.

Dirjen Sumber Daya Iptekdikti Ali Ghufron Mukti, Staf Ahli Menteri Bidang Infrastruktur Hari Purwanto, Kepala BATAN Djarot Wisnubroto, serta Direktur Politeknik Negeri Batam Priyono Eko Sanyoto tampak menghadiri penutupan seminar sekaligus memberikan pembekalan kepada mahasiswa/i baru 2016 di Auditorium Politeknik Negeri Batam (5/8).

Dalam sambutannya, Direktur Politeknik Negeri Batam menyampaikan komitmennya untuk konsisten mendukung dan memaksimalkan potensi nuklir di Batam. “Mobil berjalan karena supir, reparasi mobil tentu memerlukan montir. Seminar nuklir segera berakhir, berkat nuklir semoga rakyat semakin tajir,” ujar Eko kala menutup sambutannya dengan pantun jenakanya.

Menyambung sambutan Eko, Dirjen Sumber Daya Iptekdikti menilai bahwa peran anak muda sangat penting bagi pemanfaatan dan pengembangan teknologi nuklir di Indonesia. Seakar kata dengan itu, teknologi informasi yang dewasa ini sudah menjadi candu bagi anak muda harus dipandang sebagai kesempatan untuk terus mengembangkan inovasi-inovasi terbarukan dan mampu menciptakan sustainability di tanah air.

“Jika pemuda berdaya saing dan berkompetisi tinggi, maka itulah yang dapat meningkatkan pembangunan Indonesia dengan cepat. Jangan mau kalah dengan Negara lain. Kita semua harus melek teknologi,” kata Ghufron dengan semangat.

Pemilihan Batam sebagai lokasi seminar nasional dikatakan Kepala BATAN sebagai cara untuk menjalin kerjasama dan menyampaikan pemahaman kepada anak-anak muda bahwa Batam memiliki potensi sebagai lokasi pengembangan teknologi nuklir yang ideal. Ia menilai, selain karena letaknya yang strategis, juga karena mayoritas mahasiswa menyetujui adanya nuklir lewat jajak pendapat kecil yang dilakukan BATAN. “Kalau kita sudah sampaikan kepada anak muda, maka akan berkesinambungan. Semoga dukungan tetap berlangsung dan kerjasama Poltekneg Batam dan BATAN untuk pengembangan nuklir dapat berjalan dengan baik,” harap Djarot.

Disambut dengan tepuk tangan meriah, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir melalui perwakilannya, Hari Purwanto berpesan kepada seluruh peserta seminar, dosen, hingga stakeholder terkait bahwa Kemenristekdikti sangat mendukung penuh pemanfaatan aplikasi teknologi nuklir dalam rangka membangun bangsa Indonesia yang mandiri dan kuat. “Pemanfaatan aplikasi ini tak hanya untuk aspek pertahanan dan keamanan Negara saja, namun juga akan terlihat dampaknya bagi seluruh kehidupan manusia, yaitu sektor pangan, kesehatan, industri, hingga pertanian,” ucap Hari.

Pada kesempatan yang sama, diadakan pula penandatanganan MoU antara Poltekneg Batam dengan Engineering Construction Industry Training Board  (ECITB) dalam hal sertifikasi profesi untuk mendukung SDM atau tenaga nuklir di Poltekneg Batam yang terampil dan bersertifikasi internasional.

Fokus Pemerintah untuk membangun dan mengembangkan potensi nuklir di Indonesia sudah sepatutnya diberikan apresiasi oleh seluruh pihak terkait, tak terkecuali masyarakat. Politeknik Negeri Batam, sebagai salah satu Perguruan Tinggi di Indonesia, dituntut untuk terus membekali dan mencetak para generasi muda yang ahli di teknologi nuklir di masa yang akan datang sehingga kebermanfaatan nuklir dapat segera terealisasikan demi mewujudkan bumi pertiwi yang mandiri dan berdaya saing tinggi. (dzi/eva)