YOGYAKARTA – Wajah-wajah bahagia tampak pada para penerima Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia dalam negeri (BUDI-DN) pagi itu, Kamis, 7 Oktober 2016. Mereka tidak lain adalah para dosen di wilayah Jawa Tengah dan DIY yang berhasil mendapatkan BUDI yang akan mengantarkan mereka pada gelar dan kompetensi yang lebih tinggi.

Di semua penjuru dunia, pembangunan sosial-ekonomi hanya terjadi pada negara yang masyarakatnya berilmu pengetahuan dan yang masyarakatnya mempunyai akses pada pengetahuan yang mutakhir dan berlevel tinggi. Negara yang tidak mempunyai kapasitas pengembangan pengetahuan akan terpinggirkan atau termarjinalkan dalam tata pergaulan dunia.

Oleh karena itu, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) berupaya terus mendorong para pendidik dalam hal ini dosen, melalui penyediaan beasiswa pascasarjana. Hal ini tidak lain ditujukan untuk meningkatkan kualifikasi akademik dan sekaligus dapat meningkatkan publikasi internasional yang selain manfaatnya pada pembangunan bangsa, juga dapat dilihat masyarakat internasional tentang kemajuan iptek yang dihasilkan ilmuwan/akademisi Indonesia.

Dalam persaingan dunia yang semakin intens, yang semakin ketat, maka pengembangan iptek berbasiskan penelitian memang mutlak diperlukan.

Saat ini tercatat 27.173 dosen PTN/PTS di bawah naungan Kemenristekdikti yang berpendidikan doktor. Sementara jumlah dosen keseluruhan di Indonesia yang berpendidikan doktor adalah 29.325 orang. Diantara jumlah dosen PTN/PTS tersebut sebanyak 51,80% berpendidikan terakhir S1 dan S2 dan masih berusia di bawah 45 tahun.Merekalah sasaran dari program pemberian Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia (BUDI).

Pada tahun 2016, jumlah pendaftar BUDI dalam negeri tercatat sekitar 9.257 orang dan yang lolos seleksi lebih dari 2.000 orang. Hal ini menunjukkan tingginya minat studi lanjut bagi dosen-dosen tersebut. Tidak bisa dipungkiri wajah-wajah bahagia terlihat pada para penerima.

“Kepada mahasiswa penerima BUDI-DN, dengan beasiswa yang diberikan oleh Negara kepada saudara harap dimanfaatkan sebaik-baiknya agar saudara dapat menyelesaikan studi tepat waktu, menguasai bidang ilmu yang dipilih untuk ditekuni, agar kelak dapat memperkuat jajaran dosen perguruan tinggi yang berkualitas, dan tidak lupa berkontribusi menghasilkan publikasi baik nasional maupun internasional,” ujar Menristekdikti M. Nasir, pada acara pembekalan para penerima di Universitas Gajah Mada.

Tidak luput Menristekdikti pun berpesan pada perguruan tinggi penyelenggara pascasarjana supaya dapat menciptakan iklim akademik yang kondusif bagi perkembangan mahasiswa. Dan tidak kalah pentingnya, Nasir juga menyebutkan perlunya perhatian pada interaksi antara dosen dan mahasiswa yang berkualitas, karena hal ini merupakan salah satu kunci keberhasilan pendidikan pascasarjana.

Pogram BUDI merupakan terobosan program bersama lintas Kementerian dengan menggandeng Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang berada di bawah naungan Kementerian Keuangan. Pada program ini Kemenristekdikti bertanggung jawab sepenuhnya pada upaya peningkatan kualifikasi pendidikan dosen sedangkan LPDP bertanggung jawab dalam menyiapkan instrumen pembiayaan dan pemantauan. (APS)