Dalam rangka memperkuat strategi program hilirisasi dan komersialisasi berbagai hasil inovasi, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bersama The EU-Indonesia Trade Cooperation Facility (TCF) mengadakan Workshop STPs and TTOs – Effective Implementation Methods pada Selasa (25/10). Kegiatan yang diselenggarakan di Double Tree Hilton Hotel ini merupakan tindak lanjut hasil mentoring dan pelatihan Science and Technology Park (STP) dan Technology Transfer Office (TTO) yang sebelumnya telah diadakan The EU-Indonesia TCF kepada lima universitas di Indonesia, yakni Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Gajah Mada, dan Universitas Hasanuddin.

Tidak hanya dihadiri oleh peserta dari lingkungan Kemenristekdikti, workshop yang difasilitasi oleh Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi dan Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Kemenristekdikti ini, diikuti pula oleh perwakilan dari STP, universitas, Kementerian Perindustrian, LIPI, dan BPPT. Beberapa topik mengenai STP yang dibahas dalam workshop ini antara lain tentang pengembangan dan implementasi instrumen kebijakan, perencanaan STP, implementasi STP, hingga monitoring dan evaluasi STP. Sementara topik mengenai TTO yang dibahas antara lain tentang unsur-unsur atau prasyarat TTO yang sukses, pengaturan dan penyiapan TTO, proses bisnis yang ideal, hingga monitoring dan pengukuran output TTO.

Workshop yang diawali dengan lesson learned program STP dan TTO yang dilakukan oleh The EU-Indonesia TCF ini, dilanjutkan dengan pembahasan mengenai usulan guidelines mengenai implementasi STP dan TTO di Indonesian yang diinisiasi oleh The EU-Indonesia TCF. Beberapa masukan yang nantinya akan digunakan untuk menyempurnakan draft pedoman kebijakan dan implementasi STP serta pengaturan TTO di Indonesia ini, antara lain mengenai perlunya indikator khusus STP, kriteria keberhasilan dan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program STP, dukungan kuantitatif data untuk TTO, juga petunjuk teknis dalam mendesain metode technology assessment TTO.

The EU-Indonesia TCF sendiri merupakan sebuah program empat tahun yang telah dimulai sejak tahun 2013, didanai oleh Uni Eropa dan dilaksanakan oleh suatu konsorsium internasional. Tujuan dari program ini adalah untuk memperkuat kapasitas lembaga pemerintah dalam mengembangkan iklim perdagangan dan investasi di Indonesia, serta memberikan kontribusi kepada pembangunan ekonomi jangka panjang yang berkelanjutan. (PSP)