Tangerang- Transportasi perairan dan sarana nelayan dalam mencari ikan masih menjadi permasalahan utama bagi Indonesia yang merupakan Negara kepulauan dengan puluhan ribu pulau yang membentang dari barat ke timur. Tantangan tersebut yang harus diselesaikan dengan inovasi perkapalan yang kita kuasai. Nampaknya masalah tersebut akan mulai terselesaikan dengan hadirnya inovasi kapal baja pelat datar.

Kapal baja pelat datar merupakan hasil inovasi teknologi Adi Lingson dan Ruska. Mereka adalah putra terbaik lulusan Universitas Indonesia. Salah satu inovator Adi saat ditemui di galangan kapal pelat datar di daerah Teluk Naga, jumat (19/8), mengungkapkan bahwa kapal pelat datar ini adalah hasil teknologi dengan mengefisienkan pembuatan lambung kapal.

“Lambung kapal dibuat datar, sehingga proses pelengkungan yang biasanya memakan waktu lama bisa dipercepat dengan pelat datar ini,” jelasnya.

Dengan kapal pelat datar ini biaya pun juga dapat ditekan sekitar 30% dibanding membuat kapal dari bahan kayu atau bahan lainnya. Dengan inovasi teknologi ini akan membuat produksi kapal lebih cepat sehingga daya serap dari industri perkapalan pun akan meningkat. Dari sisi bahan kapalĀ  pun sampai saat ini disokong industri baja lokal.

“Dengan lahirnya kapal pelat datar ini harapan ke depan, nelayan di Indonesia semakin mudah mendapatkan sarana melaut dengan cepat dan mudah, di sisi lain industri yang menyertainya juga akan berkembang dengan baik,” tambah Adi.

Negara Poros Maritim

Menurut Ruska, adanya ide kapal pelat datar lahir dari keinginan untuk meminimalisir penggunaan kayu untuk pembuatan kapal.

“Secara tidak langsung, kami ingin membantu menjaga kelestarian hutan kita, sehingga tidak perlu banyak hutan yang ditebang karena penggunaan kayu untuk pembuatan kapal pada umumnya. Keadaan itu yang membuat kami melakukan inovasi dengan kapal pelat datar dimana bahan dasar baja digunakan untuk menanggulangi hal tersebut,” ujarnya.

Kapal pelat datar ini juga merupakan salah satu hasil binaan Kemristekdikti melalui Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) dimana Kemristekdikti membina Perusahaan Juragan Kapal, tempat Adi dan Ruska bernaung.

“Kami sudah membina perusahaan ini hingga akhirnya dapat maju seperti sekarang sejak tahun 2012, kami melihat apa yang dihasilkan oleh keduanya merupakan inovasi yang masih dapat dikembangkan lagi di masa depan, apalagi kami melihat keduanya yang potensial menjadi technopreneur,” ucap Retno Sumekar Direktur PPBT Kemristekdikti.

Pada galangan kapal ini juga ditemukan maket Kapal datar berlambung ganda yang rencana kedepannya akan dibuat menjadi kapal Puskemas. Keduanya pun berharap kemaritiman Indonesia dan beberapa masalah transportasi air dapat terpecahkan dengan adanya kapal pelat datar.

“Kami ingin Indonesia menjadi Negara poros maritim dunia. Bayangkan bila kapal pelat datar ini semakin banyak dan tersebar di seluruh Indonesia. Indonesia akan sangat mudah mencapai cita-citanya menjadi Negara poros maritim,” harap keduanya. (Dzi)

Galeri