Jakarta-Kabupaten Bengkayang yang terletak di Kalimantan Barat merupakan kawasan perbatasan serta garda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Untuk itu perlu dibangun jiwa nasionalisme dan kebangsaan yang kuat yaitu melalui pendidikan. Pendirian sebuah institusi pendidikan tinggi di kawasan perbatasan tersebut menjadi perhatian pemerintah dalam hal ini Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) dan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam).

Menristekdikti, Mohamad Nasir memberikan dukungannya terhadap pendirian sekolah tinggi yang hendak mengambil bagian dalam membangun masyarakat perbatasan melalui penghayatan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Peletakan batu pertama Kampus Patriotik Bela Negara rencananya akan dilaksanakan pada Kamis (13/08/2015) oleh Menristekdikti, Menkopolhukam serta Menteri Pertahanan.

Menkopolhukam mendukung sepenuhnya pembangunan pendirian sekolah tinggi di Bengkayang ini. Menurutnya penanaman rasa cinta tanah air dan bela negara dapat dilakukan melalui pendidikan tinggi. Terlebih dalam menyongsong era globalisasi dan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), pendirian perguruan tinggi dapat menjadi investasi yang sangat bagus bagi masa depan dalam melahirkan tunas-tunas bangsa yang kompeten dan kompetitif.

Kampus Patriotik Bela Negara yang rencananya akan didirikan bertujuan untuk meningkatkan ketahanan nasional di wilayah perbatasan melalui jalur pendidikan. Ketahanan nasional yang dimaksud adalah ketahanan ekonomi, ketahanan sosial, ketahanan ekologi, dan ketahanan pangan, yang semuanya akan bermuara kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Masyarakat yang sejahtera dapat menjadi benteng yang kokoh bagi sebuah ketahanan nasional.

Penting bagi Kabupaten Bengkayang untuk memiliki perguruan tinggi sendiri karena lokasinya yang strategis berbatasan langsung dengan negara tetangga, Malaysia, dan berada di pusat segitiga emas karena diapit oleh Kabupaten Landak, Kabupaten Singkawang, dan Kabupaten Sambas. Dengan didirikannya perguruan tinggi di lokasi yang strategis, pendidikan tinggi dapat lebih terjangkau bagi banyak orang.

Jumlah lulusan siswa tingkat SLTA di Provinsi Kalimantan Barat setiap tahunnya berkisar 60 ribu siswa. Padahal, perguruan tinggi di Kalimantan Barat yang dapat menampung para lulusan tersebut berjumlah terbatas. Akibatnya, banyak putera-puteri daerah yang melanjutkan studinya ke luar Kalimantan Barat atau tidak sekolah sama sekali. Oleh karena itu, kehadiran sebuah perguruan tinggi di Bengkayang dapat menjadi jawaban bagi para putera-puteri daerah yang hendak menuntut ilmu di tempatnya sendiri. Hal ini memberikan dampak positif karena di bangku kuliah ada banyak hal berkaitan kearifan lokal yang dapat didalami sehingga setelah lulus dapat langsung berkiprah dalam pembangunan di daerahnya.