Tim Abmas ITS Bantu Desa Bluri Atasi Kekurangan Pakan Ternak

Pembukaan kegiatan Abmas ITS di Desa Bluri, Kec. Solokuro, Kab. Lamongan

Kampus ITS, ITS News — Memenuhi kebutuhan pakan tambahan ternak untuk penggemukan seringkali menjadi masalah bagi peternak saat musim kemarau tiba di Desa Bluri, Lamongan. Guna mengatasinya, tim Pengabdian Masyarakat (Abmas) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membantu menemukan pakan alternatif ternak tambahan ini. 

Memasuki tahun ketiganya memberdayakan Desa Bluri, kegiatan abmas kali ini mengusung tema Produksi Konsentrat Kambing dan Domba dari Fermentasi Limbah Pertanian. Produksi konsentrat ternak kali ini difokuskan untuk kambing dan domba. Berbeda halnya dengan tahun-tahun sebelumnya yang berfokus pada pengembangan konsentrat sapi.

Tim Abmas ITS yang diketuai oleh Siti Zullaikah ST MT PhD ini memanfaatkan pakan komplet sebagai sumber pakan tambahan bagi ternak warga Desa Bluri. Pakan komplet merupakan pakan ternak yang terbuat dari campuran hijauan (limbah pertanian) dan konsentrat dengan sedikit atau tanpa rumput segar. “Limbah pertanian yang dipakai berupa jerami padi, tebon jagung, rendeng kedelai, serawut singkong, dan pollard,” ujarnya.

Baca Juga :  UI Terima Penghargaan Perguruan Tinggi Aktif Pengembangan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi dari BPH Migas
Mahasiswa anggota tim Abmas ITS saat berdiskusi dengan peternak di Desa Bluri mengenai permasalahan yang sering dihadapi peternak

Dalam proses pembuatannya, limbah-limbah pertanian tersebut harus dicacah dan ditimbang sesuai komposisinya. Kemudian bahan-bahan tersebut dicampur dengan biakan mikroba, tetes tebu, dan air agar terjadi proses fermentasi. “Adapun proses fermentasinya terjadi secara aerob selama 7-14 hari,” terang Zulle, sapaan akrabnya.

Dilaksanakan sejak Juli hingga Agustus 2022, kegiatan tim Abmas ITS bersama para pemuda karang taruna setempat berhasil menghasilkan dua jenis pakan komplet. Kedua jenis tersebut adalah pakan komplet yang mengandung serawut singkong dan pollard. Adapun kedua jenis pakan komplet itu menimbulkan efek yang berbeda pada kambing ternak. 

Melalui pengamatan selama dua minggu, kambing dengan pakan komplet berserawut singkong mengalami peningkatan berat badan sebanyak satu hingga dua kilogram. Sedangkan kambing yang diberi pakan komplet ber-pollard menunjukkan pertumbuhan kambing sebesar dua hingga tiga kilogram. “Jenis pakan komplet dengan keuntungan paling besar nantinya yang akan dipilih,” ungkap Zulle.

Baca Juga :  Pelayanan Kesehatan Primer di Tingkat Akar Rumput adalah Kunci Penanganan Pandemi Covid-19

Lebih lanjut, Zulle menjelaskan bahwa pencampuran hijauan yang dilakukan pada pakan hasil fermentasi dapat meningkatkan efek dari pakan komplit. “Penambahan campuran hijauan sebesar 25-50 persen dapat memberikan peningkatan berat badan kambing yang signifikan dibandingkan hanya menggunakan pakan hasil fermentasi atau hijauan saja,” tuturnya. 

Kegiatan pemberian pakan kepada hewan ternak di Desa Bluri

Selain mengembangkan pakan komplettim Abmas ITS juga bekerjasama dengan Universitas Airlangga dan Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama Jawa Timur untuk menyelenggarakan kegiatan pengembangan sumber daya manusiaKegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peternak di Desa Bluri.

Terakhir, Zulle berharap agar kedepannya peternak di Desa Bluri dapat memanfaatkan teknologi yang telah dikembangkan ITS untuk menyelesaikan kelangkaan pakan hingga persoalan mahalnya harga pakan. “Semoga pakan komplet yang dibuat ini membuat kehidupan peternak di Desa Bluri menjadi lebih baik dan dapat mengurangi limbah pertanian serta polusi,” pungkasnya.(HUMAS ITS)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 1.00 out of 5)
Loading...
834 Views