Mahasiswa Baru ITS Ditantang untuk Berkreasi dalam OKKBK

Sebagai salah satu kampus terbaik di Indonesia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tidak mengabaikan kreativitas para mahasiswanya. Kali ini, Departemen Desain Interior ITS menantang kreativitas mahasiswa barunya dengan tugas unik, yakni merancang kostum yang bertema sayur-sayuran dalam Orientasi Keprofesian dan Kompetensi Berbasis Kurikulum (OKKBK).

Kegiatan yang dirancang di departemen desain di ITS ini berbeda dengan departemen non desain lainnya yang mengadakan OKKBK bagi para mahasiswa baru (maba) berbasis materi saja. Departemen Desain Interior yang juga seperti departemen desain lainnya memberikan tugas unik membuat kostum sesuai dengan tema yang ditentukan dari barang-barang bekas yang ada di sekitar.

Dijelaskan oleh salah satu dosen Desain Interior ITS Okta Putra Setio Ardianto ST MT, tugas untuk membuat kostum dari barang bekas merupakan sebuah tradisi yang dilakukan setiap tahun dalam OKKBK di departemen tersebut. “OKKBK dengan menggunakan kostum (unik) ini sebenarnya sudah menjadi tradisi dari tahun ke tahun,” ungkapnya.

Demi memberikan kesan unik dan segar, tema dari kostum yang dibuat oleh mahasiswa baru berbeda-beda setiap tahunnya. Untuk mahasiswa baru Desain Interior angkatan 2020 kali ini, tema yang diangkat adalah sayur-sayuran. “Pada tahun ini bisa dilihat ada yang menjadi timun, ada juga yang menjadi labu dan sayuran lainnya,” terang Okta.

Menurut Okta, tugas yang diberikan pada hari ketiga OKKBK ini ditujukan untuk mengasah kreativitas dari para mahasiswa baru. Selain itu, juga untuk memacu mahasiswa untuk berpikir kritis dan peka terhadap lingkungan sekitar. “Kita ingin aspek-aspek kekinian seperti berpikir kritis, empati, dan agilitas diterapkan kepada mahasiswa baru ini,” lanjutnya.

Meskipun pada tahun ini segala kegiatan dilakukan secara daring, kata Okta, tidak memutuskan tradisi yang dilaksanakan oleh departemennya tersebut. Mahasiswa baru tetap diminta untuk menghadiri OKKBK secara daring dengan mengenakan kostum-kostum unik yang telah dibuat sesuai tema tersebut.

Setelah membuat kostumnya masing-masing, dosen lulusan S2 Arsitektur ITS ini memaparkan bahwa pada OKKBK juga diadakan sesi khusus, di mana para mahasiswa baru diminta untuk menjelaskan kostum yang telah mereka buat. “Pada hari itu juga kita adakan sesi apresiasi seperti pemberian gelar kostum terbaik, karena ini termasuk karya mereka,” ucapnya.

Seiring perkembangan teknologi informasi dan media sosial, kabar mengenai tugas cosplay menjadi sayuran ini pun sempat viral di beberapa platform media seperti Twitter dan TikTok. Respon dari netizen pun bervariasi mulai dari apresiasi terhadap kreativitas mahasiswa ITS sampai tertawa dengan kelucuan beberapa kostum. “Karena kali ini daring, jadinya banyak netizen yang tahu dan akhirnya viral,” ujar Okta.

Dengan OKKBK ini, lelaki kelahiran Ponorogo ini mengharapkan bahwa mahasiswa baru terutama di Departemen Desain Interior ITS akan bisa lebih bersemangat dalam menjalankan perkuliahan mereka dan juga termotivasi untuk terus berkreasi. “Anggapannya pembuatan kostum ini sebagai pemanasan bagi mereka, karena saat perkuliahan mereka akan berhubungan dengan kreasi,” tandasnya. (ri/HUMAS ITS)