ITS Pertahankan Terbaik di Indonesia versi THE WUR by Subject 2021

Pemeringkatan Times Higher Education (THE) World University Rankings (WUR) by Subject 2021 telah rilis pada Rabu (28/10) lalu. Bersaing secara global, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali membuktikan kualitas sebagai salah satu perguruan tinggi (PT) terbaik di Indonesia dalam perankingan tersebut.

Manajer Senior urusan World Class University (WCU) ITS Rulli Pratiwi Setiawan ST MSc PhD menjelaskan bahwa bidang keilmuan di ITS yang masuk dalam pemeringkatan THE WUR by Subject 2021 masih sama seperti dua tahun sebelumnya. Berbasis data tahun 2019, ITS kembali masuk dalam pemeringkatan bidang Computer Science, Engineering and Technology, dan Physical Sciences.

Pada bidang Computer Science, lanjut Rulli, ITS bertengger di peringkat 601-800 dunia dan peringkat tiga terbaik di Indonesia setelah Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB). ITS mendapat total skor 22,03 pada bidang ini. Pada kriteria Pengajaran mendapat skor 14,9; kriteria Penelitian mendapat skor 11,9; kriteria Sitasi mendapat skor 30,3; kriteria Pandangan Internasional mendapat skor 43; dan kriteria Pendapatan Industri mendapat skor 48,6.

Alumnus doktoral Hiroshima University, Jepang ini menyebutkan, pada bidang Engineering and Technology, ITS berada di posisi 801-1000 dunia dan peringkat lima besar di Indonesia. Pada bidang ini, ITS mendapat torehan skor 18,1 untuk kriteria pengajaran. Kemudian, kriteria Penelitian mendapat skor 9,6; kriteria Sitasi mendapat skor 15,8; kriteria Pandangan Internasional mendapat skor 31,8; dan kriteria Pendapatan Industri mendapat skor 53,6. “Kriteria Pengajaran dan Reputasi Internasioal bidang Engineering and Technology mengalami kenaikan dibanding THE WUR by Subject 2020,” ungkapnya.

Dalam kriteria penilaian, menurut Rulli, bidang Engineering and Technology dan Computer Science memiliki lima kriteria dengan persentase penilaian yang sama. Yaitu, Pengajaran 30 persen, Penelitian 30 persen, Sitasi 27,5 persen, Pandangan Internasional 7,5 persen, dan Pendapatan Industri 5 persen.

Selain itu, pada bidang Pysichal Science, ITS bertengger di peringkat 801-1000 dunia dan peringkat tiga terbaik di Indonesia. Total skor yang diperoleh ITS adalah 16,44. Pada bidang ini, ITS mendapat skor 11,4 untuk kriteria pengajaran. Kemudian, kriteria Penelitian mendapat skor 9,8; kriteria Sitasi mendapat skor 20,4; kriteria Pandangan Internasional mendapat skor 32,4; dan kriteria Pendapatan Industri mendapat skor 41,4.

Sementara untuk persentase penilaian di bidang ini, imbuh Rulli, berbeda dibanding dua bidang lainnya. Pembagian persentasenya yaitu Pengajaran 27,5 persen, Penelitian 27,5 persen, Sitasi 35 persen, Pandangan Internasional 7,5 persen, dan Pendapatan Industri 2,5 persen.

Kriteria Pengajaran dan Pandangan Internasional masih dibagi lagi ke dalam beberapa indikator, salah satunya survei reputasi. “Masih ada indikator lain dalam kriteria Pengajaran dan Reputasi ini yang berasal dari submitted data,” tambah dosen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) ini. Seperti rasio dosen dan mahasiswa, rasio mahasiswa doktor terhadap mahasiswa sarjana, rasio gelar doktor staf akademik, pendapatan riset dan industri, dan tingkat produktivitas penelitian.

Menurut Rulli, kriteria Pengajaran, Pandangan Internasional, dan Sitasi harus mendapat perhatian untuk dapat menaikkan posisi ITS di pemeringkatan selanjutnya. Perlu upaya dari para peneliti di ITS untuk meningkatkan kerja sama riset dan kolaborasi internasional, serta publikasi pada kategori jurnal internasional yang bereputasi untuk dapat mendongkrak sitasi.

Selain itu, langkah-langkah terobosan pun perlu disinergikan dari berbagai direktorat di ITS. Tidak hanya dari Direktorat Kemitraan Global (DKG) yang membawahi urusan WCU ini, namun juga dari Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), Direktorat Pascasarjana dan Pengembangan Akademik, Direktorat Pendidikan, Direktorat Sumber Daya Manusia dan Organisasi (DSDMO), serta seluruh sivitas akademika ITS. “Berbagai direktorat terkait perlu untuk bersama-sama menggerakkan roda internasionalisasi. Dengan begitu, skor di pemeringkatan selanjutnya diharapkan bisa lebih meningkat,” tuturnya mengingatkan. (dya/HUMAS ITS)