ITS Berkolaborasi Kembangkan KEK Singhasari

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menjajaki kerja sama dengan PT Intelegensia Grahatama dalam membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari. ITS diharapkan menjadi tombak utama dalam menyumbang berbagai inovasi teknologi untuk KEK Singhasari melalui nota kesepahamanyang ditandatangani di Gedung Rektorat ITS, Rabu (19/8).

Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng menyambut gembira adanya kerja sama ini mengingat banyak sekali inovasi teknologi dari ITS yang dapat digunakan dan perlu pengembangan lebih lanjut. Kerja sama ini tentunya sebagai bentuk aksi nyata ITS untuk membangkitkan ekonomi nasional lewat pembangunan KEK. “Diharapkan nanti kita dapat lebih memperkuat melalui potensi yang kita punya,” jelasnya.

ITS sendiri saat ini telah menghasilkan berbagai produk teknologi untuk membantu penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. Dengan adanya kerja sama ini tentu menjadi peluang ITS untuk mengembangkan berbagai teknologi yang berperan dalam penanganan masalah lain. “Saya berharap kerja sama ini bisa sampai melakukan ekspansi ke berbagai bidang yang memberikan manfaat ke masyarakat,” tuturnya.

KEK Singhasari sendiri merupakan salah satu KEK baru yang ada di Indonesia. Secara umum, kawasan ini akan memiliki dua zona utama yaitu zona pariwisata dan zona pengembangan teknologi. Kawasan ini bisa dibilang potensial karena terletak dekat dengan Kawasan Pariwisata Bromo Tengger Semeru. “KEK Singhasari juga digadang-gadang akan menjadi KEK pertama di Indonesia yang berwawasan teknologi,” ungkap David Santoso, Direktur Utama PT Intelegensia Grahatama.

David menjelaskan, nantinya KEK Singhasari akan memiliki ekosistem digital terintegrasi dengan tiga subjek utama seperti Singhasari Digital Valley, Singhasari Digital Factory, dan Singhasari Cloud Innovation Center. “Ketiga subjek tersebut tentu akan memerlukan pengembangan lebih lanjut dan butuh bantuan dari ITS,” tambahnya.

KEK Singhasari juga merupakan satu-satunya KEK yang dikelola oleh pihak swasta. KEK ini juga ditargetkan menjadi pusat pengembangan teknologi untuk nantinya dapat dikomersialisasikan dan menjadi keunggulan Indonesia. “ITS sebagai PTNBH dan memiliki beberapa Science Technopark akan sangat menguntungkan dengan menghasilkan kerja sama yang lebih luas dan profesional,” terangnya.

David juga menyampaikan bahwa KEK Singhasari juga menggandeng banyak stakeholder lokal yang menjaring banyak potensi anak muda Indonesia. Dengan dibangunnya KEK ini pun diharapkan menjadi aksi nyata yang inovatif untuk menumbuhkan iklim teknologi Indonesia. “Dengan menjaring mahasiswa ITS pun diharapkan nantinya KEK ini dapat menumbuhkan potensi mereka dalam bidang teknologi,” pungkasnya. (HUMAS ITS)