Departemen Ilmu Ekonomi IPB University Bekerjasama dengan Universitas Terbuka Luncurkan Buku Tata Niaga Pertanian

Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University bekerja sama dengan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Terbuka (UT) menggelar peluncuran buku Tata Niaga Pertanian, (28/04). Launching buku ini merupakan bagian dari peringatan Dies Natalis FEM ke-20 yang telah dilaksanakan sejak 6 April lalu.

Buku Tata Niaga Pertanian ini disusun oleh Dr Arief Daryanto dan tim dosen di FEM IPB University. Dr Arief dan tim berhasil menyajikan permasalahan tata niaga pertanian yang kompleks menjadi lebih sederhana sehingga dapat diaplikasikan oleh berbagai pihak untuk memperbaiki tata niaga pertanian di Indonesia.

Rektor IPB University, Prof Arif Satria menyatakan pentingnya peran sektor pertanian dalam pemenuhan kebutuhan pangan di Indonesia. Dikatakannya, salah satu tantangan utama dalam pemenuhan kebutuhan pangan adalah terkait dengan sistem tata niaga pertanian. Buku ini juga dapat digunakan sebagai pengantar bagi mahasiswa IPB University maupun dari perguruan tinggi lain untuk memahami realitas pertanian Indonesia. Selain itu, buku tersebut dapat menampilkan berbagai perspektif dalam pertanian ke dalam tulisan yang cukup mudah dipahami.

“Dengan diterbitkannya buku Tata Niaga Pertanian ini diharapkan akan menjadi karya yang bermanfaat dalam memberikan informasi terkait sistem Tata Niaga Pertanian terkini. Kiranya semua pihak terutama petani dapat mengikuti perkembangan zaman yang mengalami perubahan dengan cepat (disrupsi) dan menyikapinya dengan menyesuaikan diri dengan cepat (agile),” ujarnya.

Baca Juga :  Unsyiah Mulai Distribusikan Face Shield

Sementara itu, dalam paparannya Dr Arief Daryanto yang saat ini menjabat sebagai Dekan Sekolah Vokasi IPB University dan dosen di Departemen Ilmu Ekonomi FEM menyebutkan pentingnya tata niaga pertanian yang efisien dalam menghantarkan barang dari tingkat petani ke konsumen akhir (from farm to table).

Menurutnya, terdapat enam pendekatan yang digunakan dalam tata niaga pertanian yakni pendekatan komoditi, kelembagaan, analitis atau efisiensi pemasaran, struktur tingkah laku dan kinerja pasar, performa, dan manajemen pemasaran.

Masing-masing pendekatan tersebut tidak dapat berdiri sendiri atau bersifat komplementer agar dapat memberikan manfaat yang lebih menyeluruh. Dalam transformasi tata niaga pertanian, terdapat masa transisi dari pemasaran tradisional ke digital.

Dengan adanya pandemi COVID-19 yang masif, dampaknya juga membuat perkembangan tata niaga pertanian semakin menarik.
“Evolusi atau transformasi ini akan terus berkembang, karena pemasaran atau tata niaga pertanian ini dipengaruhi oleh banyak faktor. Yakni faktor sosiologi, peraturan pemerintah, kebijakan, kondisi perdagangan internasional yang kita hadapi, kemudian perkembangan sains dan teknologi terkait revolusi industri, kondisi cuaca, dan juga perubahan iklim.  Hal ini yang akan mempengaruhi teori evolusi tata niaga pertanian ke depan termasuk media dan kondisi persaingan serta siklus ekonomi seperti saat ini di mana dunia sedang mengalami resesi,” ujarnya.

Ia menyebut keistimewaan buku ini adalah karena ia membahas teori dasar tata niaga pertanian dan perkembangannya disertai contoh-contoh penerapannya. Karakteristik modul tersebut juga sesuai dengan Kegiatan Belajar Mengajar Pembelajaran Jark Jauh (KBMPJJ) atau aktivitas belajar mengajar secara daring.

Baca Juga :  PERAN STIKES DUTA GAMA KLATEN DALAM PENANGGULANGAN WABAH COVID 19

“Buku ini mungkin dapat menginspirasi kita agar jangan sampai terjebak dalam online simplification, jadi hanya memindahkan face to face teaching activities menjadi face to screen. Karena itu format pembelajaran yang diperkenalkan dan diadopsi oleh Universitas Terbuka (UT) yakni online activities bisa menjadi benchmark bahwa konten buku ajar itu harus bersifat self-instructional, self-contained, stand alone, adaptif, dan user friendly,” tambahnya.

Selama masa penulisan buku, tim penulis juga telah menghasilkan beberapa kerjasama penelitian internasional misalnya dengan ACIAR, Queensland University dan Deakins University. Beberapa penulis juga terlibat dalam proyek penelitian IndoHorti dan IndoDairy dengan University of Adelaide. Tujuannya untuk meningkatkan daya saing supply chain dalam industri holtikultura dan susu yang bersifat “inclusive growth” terutama bagi petani dan peternak skala kecil.

Rektor Universitas Terbuka, Prof Ojat Darojat menyebutkan buku tersebut dapat memberikan gambaran sederhana dan konsisten atas tata niaga pertanian, walaupun kondisi aktual pertanian saat ini sangat kompleks. Sehingga dibutuhkan pemahaman yang mendalam disertai kepiawaian dalam menuangkan pokok pikiran dalam bahasa yang umum dan sederhana agar pembaca dapat memahami tata niaga pertanian Indonesia. (MW/Zul)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
55 Views

Terimakasih telah mengunjungi laman Dikti, silahkan mengisi survei di bawah untuk meningkatkan kinerja kami

Berikan penilaian sesuai kriteria berikut :

  • 1 = Sangat Kurang
  • 2 = Kurang
  • 3 = Cukup
  • 4 = Baik
  • 5 = Sangat Baik
x