Setditjen Dikti dan 11 PTN Bersiap Raih Predikat Zona Integritas menuju WBK dan WBBM

Jakarta – Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Setditjen Dikti Kemendikbud) telah dinyatakan lolos dari tahap 3 dan masuk ke tahap 4 Evaluasi Zona Integritas (ZI) oleh Tim Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Setditjen Dikti telah mencanangkan ZI sejak awal. ZI adalah predikat yang diberikan kepada instansi pemerintah yang memiliki komitmen untuk mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Ada 70 kementerian/lembaga, 20 pemerintah provinsi, dan 161 pemerintah kabupaten/kota, dan dengan total 3.691 unit kerja layanan yang diusulkan mendapat predikat ZI. Ditjen Dikti mencanangkan 14 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang telah menerapkan Zona Integritas(ZI) serta Setditjen Dikti. Ditjen Dikti ditunjuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai pembina yang mendampingi 14 PTN tersebut dalam upaya mendapatkan predikat ZI.

Bersama Setditjen Dikti, 11 dari 14 PTN dinyatakan lolos tahap 3 dan melaju ke tahap 4. Evaluasi ini dilakukan oleh Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) berdasarkan survei eksternal dari Tim Penilai Kemenpan RB. Adapun 11 PTN tersebut yaitu Universitas Indonesia, Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga, Universitas Andalas, Universitas Sumatera Utara, Universitas Diponegoro, Universitas Tanjungpura, Universitas Mulawarman, Universitas Hasanuddin, Universitas Riau, dan Universitas Lambung Mangkurat.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Nizam mengatakan bahwa zona integritas merupakan komitmen Ditjen Pendidikan Tinggi dalam penerapan organisasi yang bebas dari korupsi.

“Ditjen Dikti selalu memberikan pelayanan publik yang prima bagi seluruh pemangku kepentingan, dimana layanan dan organisasi secara keseluruhan bebas dari korupsi, bersih melayani, dan menjadi landasan dasar bagi pembentukan karakter seluruh pegawai Ditjen Dikti dan juga Perguruan Tinggi Negeri. Sudah menjadi tugas Kami untuk menjaga marwah pendidikan tinggi untuk menciptakan insan yang cerdas, berakhlak dan berbudi pekerti baik,” jelas Nizam.

Sementara itu Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Paristiyanti Nurwardani mengungkapkan bahwa hal ini merupakan momen berharga dan akan menjadi tonggak sejarah, dimana Setditjen Dikti selangkah lagi mendapatkan predikat ZI dan mengawal 11 PTN untuk memperoleh hasil serupa.

“Ini merupakan hasil kerja keras dari semua pihak, baik Tim Pembangunan Zona Integritas Setditjen Dikti, pegawai Ditjen Dikti, dan juga PTN yang sangat berkomitmen mewujudkan pelayanan yang bebas dari korupsi. Ini akan menjadi momen bersejarah. Hal ini juga semakin memantapkan Kami untuk selalu memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Salam Dikti SIGAP Melayani,” pungkas Paris.
(YH/DZI/FH/DH/NH/MFS/VAL/YJ/ITR)

Humas Ditjen Dikti
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan