Program Mengajar Dari Rumah (MDR), Kontribusi Insan Bidikmisi di Masa Pandemi

Pandemi Covid-19 memang mengubah seluruh sendi kehidupan, terutama dalam hal pembelajaran. Para insan bidikmisi pun merasa terpanggil untuk membantu jalannya proses pembelajaran.

Rizal menjelaskan bahwa Mengajar Dari Rumah (MDR) menjawab keresahan orang tua maupun siswa yang keberatan dengan adanya metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Mengajar Dari Rumah (MDR) mensinergikan potensi mahasiswa Indonesia yang peduli terhadap tingkat pendidikan terutama metode pembelajaran yang efektif selama pandemi Covid-19. Hal tersebut disampaikan oleh Rizal Maula selaku Ketua Umum BPP Permadani Diksi Nasional atau organisasi Mahasiswa dan Alumni Bidikmisi atau sejak tahun 2020 dikenal menjadi KIP Kuliah saat wawancara melalui aplikasi percakapan, Kamis (17/9).

“Program ini diinisiasi karena kami melihat dan mendengar yang dirasakan oleh siswa maupun orang tua siswa yang keberatan dengan adanya PJJ, kemudian kami mencoba melihat potensi SDM yang kami miliki maupun yang dimiliki oleh Indonesia yang mana banyak mahasiswa yang punya kepedulian tinggi terhadap pendidikan Indonesia. Maka kami mencoba membuat kegiatan Mengajar Dari Rumah yang dirasa ini efektif diterapkan di masa pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Program Mengajar Dari Rumah (MDR) dilakukan dengan rekrutmen terbuka bagi mahasiswa atau alumni yang berusia maksimal 40 tahun untuk menjadi volunteer mengajari siswa-siswa PAUD-TK, SD/MI, SMP/MTs yang berasal dari tetangga-tetangga rumah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

“Kami melakukan open recruitment mengajak mahasiswa dan alumni mahasiswa yang berusia maksimal 40 tahun untuk ikut andil dalam menjawab tantangan pendidikan di era pandemi Covid-19. Sistem pengajaran yang kami lakukan adalah volunteer mengajari siswa-siswa PAUD-TK, SD/MI, SMP/MTs yang berasal dari tetangga rumah mereka yang mayoritas berada di desa-desa. Melalui metode seperti ini maka kami dapat memantau mobilitas volunteernya keluar daerah atau setidaknya dapat meminimalisir penularan. Selain itu, kami juga tetap menghimbau volunteer agar tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku,” jelasnya.

Rizal turut menjabarkan saat ini terdapat 1.491 mahasiswa Bidikmisi, 227 alumni Bidikmisi dan 3.610 mahasiswa umum yang tersebar dari Aceh hingga Papua yang mengikuti program ini. Bahkan untuk daerah di Jawa, seluruh Kabupaten/Kota terdapat volunteer MDR.

Menurut Rizal program ini sangat efektif karena membuat siswa nyaman dan orangtua pun senang tanpa ancaman tertular virus Covid-19. Selain itu, program ini dapat membantu meringankan beban guru sebagai tenaga pengajar.

Risala sebagai salah satu volunteer Mengajar Dari Rumah turut menyampaikan manfaat-manfaat dari pelaksanaan program ini. Besar harapannya agar program ini dapat terus terlaksana secara berkelanjutan.

“Program ini sangat bermanfaat bagi kaum muda milenial untuk selalu menimba ilmu, menambah pengalaman, relasi dan selalu bersyukur dengan keadaan apapun. Semoga seterusnya program ini dapat dilaksanakan walaupun secara luring (offline) nanti,” tuturnya.

Risala mengakui adalah kebahagiannya dapat dekat dengan anak-anak di lingkungannya. Dengan mengajar, ia merasa ilmu yang dimilikinya dapat bermanfaat. “Saya merasa bahwa ilmu yang saya punya akhirnya bermanfaat dan dapat tersalurkan dengan baik. Anak-anak didik saya juga merasa senang dengan ilmu yang saya berikan,” imbuhnya.

Selain mengajar di bidang akademik, Risala juga membagikan ilmu dan pengalamannya dalam bidang non-akademik, seperti membuat kerajinan. Ia menyampaikan bahwa dengan adanya program ini, dirinya dapat berkontribusi secara dinamis bersama teman-teman lainnya.

Pada akhir penyampaiannya, Risala berharap program ini dapat terus dilaksanakan secara offline, ketika pandemi sudah berakhir.

“Semoga program ini dapat dilaksanakan secara offline, ya. Tahun depan nanti, ketika pandemi sudah berakhir. Semoga teman-teman selalu sehat di tengah pandemi ini dan tetap berjuang apapun yang terjadi,” harap Risala.
(YH/DZI/FH/DH/NH/RMB/MSL)

Humas Ditjen Dikti
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan