SIARAN PERS
No.  /SP/HM/BKKP/VIII/2016

Jakarta, 19 Agustus 2016

Masih dalam rangkaian peringatan Hakteknas 21, Jumat pagi 19 Agustus 2016 Pukul 06.00 – 9.00. Menristekdikti, M. Nasir, memimpin Jalan Sehat dan Senam Bersama di Komplek Gelora Bung Karno yang diikuti oleh berbagai unit kerja dalam lingkup kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang sehari-harinya bekerja baik di Jalan Thamrin, Senayan, Puspiptek maupun PP Iptek. Selain jalan sehat dan senam, juga dilakukan pembagian doorprize yang diorganisir oleh Biro Umum dan Keuangan Kemenristekdikti.

Ketua Harian Panitia Nasional, Ophirtus Sumule mengatakan bahwa sejak diluncurkan 31 Mei 2016 di Semarang, hingga hari ini sebahagian besar rangkaian kegiatan Hakteknas 21 yang diorganisir kepanitiaan nasional telah terselenggara dengan baik. Animo dan perhatian khlayak akan gelora inovasi mulai terasa. Media online mempublikasi sekitar 1.998 hasil penelusuran.

Selain di acara puncak Solo, terdapat 19 universitas/politeknik yang serentak mengadakan acara peringatan Hakteknas ke-21 di kampus masing-masing. Menyambut acara puncak 10 Agustus 2016, pengakses internet atau netizen di jejaring sosial Twitter dan Instagram mengungkapkan doa dan harapan untuk kemajuan teknologi Indonesia. Dengan hashtag hakteknas hingga pukul 10.30 WIB  menduduki puncak trending topic Twitter (Twitter/Instagram adalah 5.552 Likes/Hashtags). Dari perspektif ekonomi, peringatan Hakteknas ke-21 di Solo, telah memberikan effect positif bagi Kota Solo. Sehari  menjelang acara puncak, semua hotel terisi penuh, mobil rental menjadi langka dan belanja para pengunjung baik kuliner maupun kerajinan batik meningkat dari hari-hari sebelumnya.Ophirtus Sumule juga menjelaskan bahwa masih ada beberapa rangkaian kegiatan Hakteknas yang akan dilakukan seperti : Seminar Gross Innovation, Science and Technology Festival, Seminar Nasional Technopreunership dan alih teknologi, Pekan inovasi technologi dan dan Forum IPTEKIN yang kesemuanya diorganisir oleh LIPI.

Dirjen Penguatan Inovasi, Jumain Appe, melaporkan bahwa acara jalan sehat di GBK merupakan rangkaian  Hakteknas 21, yang telah terlaksana antara lain: Solo Car Free Day yang diikuti oleh 1.700 orang. Kegiatan Ilmiah, sebagaimana dilaporkan oleh masing masing penanggungjawab kegiatan berupa Seminar, Workshop, dan Pertemuan Tahunan yang berjumlah 14 kegiatan, secara keseluruhan  jumlah pesertanya tidak kurang dari 3.000 orang.  Pada acara puncak, dihadiri 1.760 orang, jauh melebihi undangan yang didistribusikan panitia sejumlah 1.500 lembar.  Dalam rangkaian kegiatan ilmiah hadir mahasiswa bidik misi, SM3T dan Adik yang berjumlah 1.500 orang dan kegiatan kuliah umum  Panglima TNI yang dilanjutkan dengan acara simposium alusista serta nonton bareng bersama Presiden ke-3 RI Bapak B.J. Habibie telah ikut menyemarakkan acara hakteknas ke-21 di Solo. Ritech Expo  yang  melibatkan 155 stand peserta dari dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga litbang, berbagai kementrian/lembaga dan pemerintah daerah, dengan menampilkan produk produk inovasi terbaru mereka.  Jumlah pengunjung menembus angka 17.000 orang.

Lebih lanjut Jumain mengatakan: “Semakin banyaknya rangkaian kegiatan yang menyertai acara Puncak Peringatan Hakteknas ke-21 di Solo dan munculnya berbagai produk inovasi baru, baik dari kalangan komunitas dan penggiat Iptek maupun dari kalangan masyarakat akar rumput, merupakan pertanda bahwa  peringatan Hakteknas ke-21 tahun ini, tidak lagi bernuansa seremonial tetapi lebih fokus kepada substansi penguasaan Iptek dan peningkatan budaya inovasi anak bangsa.”

Dalam amanatnya, Menristekdikti Muhamad Nasir mengatakan bahwa Gelora dan semangat acara puncak Hakteknas ke-21 di Solo hingga saat ini masih terasa. Saya berharap gelora dan semangat itu terus diketuk-tularkan ke seluruh pelosok negeri, bahwa kita telah memasuki era baru Inovasi Indonesia sebagaimana telah dicanangkan oleh Menko PMK atas nama Presiden di Solo, bahwa tahun 2016 adalah TAHUN INOVASI. Indonesia sekarang termasuk kategori Negara yang berada pada tahapan efficiency-driven (Negara yang perekonomiannya sudah berbasis kepada proses produksi yang efisien). Tentunya kita berharap bahwa bangsa Indonesia akan terus maju sehingga dapat masuk pada  kategori Negara yang innovation driven yang sejajar dengan Negara-negara maju.

Terakhir, Nasir menyampaikan terima kasih kepada semua panitia yang telahg bekerja keras mensukseskan perayaan Hakteknas ke 21.

##