Surabaya, 13 Juli 2017, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil mempertahankan gelar juara pertama Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) tingkat Nasional untuk program Diploma tahun 2017.

Prestasi cemerlang ini ditorehkan oleh M Syaifuddin Zuhri, mahasiswa D4 Teknik Infrastruktur Sipil ITS yang berhasil mengalahkan para finalis dari seluruh Indonesia. Hasil Pemilihan Mahasiswa Berprestasi tingkat Nasional (Pilmapres) yang digelar di Hotel Swiss Bellin Tunjungan, Surabaya, ini diumumkan tadi malam, Rabu (12/7).

Meski sebelumnya sudah langganan juara Karya Tulis tingkat nasional, cowok yang kerap disapa Ifud ini masih merasa tidak percaya begitu namanya disebut sebagai pemegang gelar juara pertama Mawapres Nasional program Diploma. “Benar-benar nggak menyangka akhirnya bisa jadi juara 1, soalnya finalis yang lain lebih banyak prestasinya dan karya tulisnya bagus-bagus,” ungkap mahasiswa angkatan 2014 ini saat ditemui di Ruang Humas ITS, Kamis (13/7).

Pada kompetisi nasional ini, untuk program Diploma yang menduduki juara II mahasiswa dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) dan juara III dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Sedang untuk program Sarjana juara I diraih mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM), juara II dari Universitas Indonesia (UI), dan juara III dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Ifud mewakili ITS bertarung di tingkat nasional, setelah sebelumnya juga didapuk sebagai juara pertama Mawapres tingkat ITS. Dalam kompetisi ini, Ifud membuat karya tulis tentang konstruksi bangunan tahan gempa. “Karya tulis ini juga yang saya presentasikan saat seleksi tingkat ITS, tapi dengan beberapa perbaikan lagi sesuai saran dari para dosen,” jelas cowok kelahiran 11 Mei 1996 ini.

Keikutsertaannya dalam ajang bergengsi di kalangan mahasiswa se-Indonesia ini tidak luput dari dorongan yang terus diberikan oleh para dosennya, teman-teman kuliahnya, serta orang tuanya sendiri.”Mereka ini yang selalu mendorong saya agar mau mengikuti kompetisi Mawapres ini, hingga akhirnya saya putuskan untuk ikut,” ujar alumnus SMA Negeri 2 Lamongan ini sambil tersenyum.

Rangkaian kegiatan Pilmapres 2017 ini dimulai dengan seleksi di tingkat Perguruan Tinggi, tingkat wilayah dan kemudian tingkat nasional. Pada tingkat nasional telah terpilih sesuai kuota sebanyak 228 mahasiswa, yang kemudian terpilih 26 finalis (17 mahasiswa program Sarjana dan 9 mahasiswa Diploma) untuk menentukan tiga mahasiswa terbaik program Sarjana dan tiga mahasiswa terbaik program Diploma.

Selama tiga hari, mulai 10 Juli para finalis tersebut harus dikarantina di hotel untuk mengikuti seleksi dari para juri, sebelum akhirnya ditentukan yang terbaik pada 12 Juli kemarin. Saat karantina tersebut, para finalis harus mempresentasikan karya tulisnya langsung di hadapan para juri.
Saat presenetasi inilah, Ifud mengaku sempat mengalami nervous karena juri yang sangat kritis, tapi akhirnya ia bisa memberikan yang terbaik.

“Meski sempat nervous tapi saya bisa 6 presentasi dan jawaban yang memuaskan kepada para juri,” aku sulung dari dua bersaudara ini. Mungkin hal itu pula, menurut anggota tim Kontes Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) ITS ini, yang akhirnya membuat dirinya dipercaya sebagai juara pertama.

“Alhamdulillah saya bisa membawa nama ITS ke kancah nasional dan berharap nantinya bisa mendorong teman-teman lainnya bisa lebih berprestasi mengharumkan nama ITS juga,” ucapnya.

Ajang tahunan yang digelar oleh Direktorat Kemahasiswaan Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiwaan 5Belmawa) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) ini sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan kepada mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang berprestasi. Ada dua kategori program dalam kompetisi ini, yakni program Sarjana dan Diploma. Secara umum aspek yang dinilai dalam Pilmapres adalah indeks prestasi, karya ilmiah, kemampuan komunikasi dalam bahasa Inggris dan karya atau prestasi ekstra kurikuler. (HUMAS ITS)

img-20170713-wa0106

Contact Person:
M Syaifuddin Zuhri HP. 0857-3255-0369