JAKARTA – Sejalan dengan program pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan produktivitas masyarakat dan daya saing di industri pasar global, telah dimulai pembangunan sejumlah Science Techno Park (STP) di seluruh Indonesia. STP merupakan kawasan yang dikelola secara profesional dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan/perekonomian masyarakat sekitarnya dengan mempromosikan budaya inovasi dan daya saing dari bisnis berbasis pengetahuan.

Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai salah satu perguruan tinggi Indonesia yang dikenal dengan kontribusinya di bidang riset, teknologi dan inovasi akan membangun fasilitas riset yang dinamakan ITB Innovation Park. Fasilitas riset tersebut dilengkapi sarana dan prasarana berteknologi terkini dan dibangun di Bandung.

Dalam upaya pembangunan Innovation Park,Institut Teknologi Bandung (ITB) mengadakan kerja sama dengan Summarecon Bandung dalam mengembangkan Science Techno Park di atas sebidang tanah seluas 1 hektare. Kerja sama ini terlaksana dengan adanya hibah lahan seluas 6.027 meter persegi dari PT Summarecon Agung Tbk. kepada Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) untuk pembangunan Institut Teknologi Bandung (ITB) Innovation Park di kawasan kota terpadu Summarecon Bandung. Sesudah terlaksananya pengembangan dan pembangunan oleh ITB sesuai target di atas lahan seluas 6.027 meter persegi, akan ditindaklanjuti dengan hibah lahan seluas 4.013 meter persegi, sehingga total luas lahan ITB Innovation Park menjadi 1 hektare.

Hibah Lahan dari Summarecon kepada Kemenristekdikti ini dituangkan dalam Perjanjian Hibah yang ditandatangani Direktur Utama PT Mahkota Permata Perdana, Herman Nagaria dan Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti, Ainun Na’im, di Auditorium Gedung D Kemenristekdikti, Jalan Jenderal
Sudirman, Pintu Satu Senayan, Jakarta, Senin, 10 Juli 2017. Acara penandatanganan ini juga dihadiri Rektor Institut Teknologi Bandung Kadarsah Suryadi, Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Patdono Suwignjo, Staf Ahli Bidang Infrastruktur Hari Purwanto, Komisaris Utama Summarecon Soetjipto Nagaria, Direktur Utama Summarecon Adrianto P. Adhi, Pejabat Eselon II Kemenristekdikti, dan tamu undangan lainnya.

Ainun Nai’m mengatakan Perjanjian Hibah Aset Tanah ini sangat penting dalam hal pengembangan Kawasan Sains dan Teknologi, yang merupakan suatu kawasan atau tempat yang dapat memfasilitasi kerja sama atau kolaborasi riset, teknologi, maupun inovasi antara periset/inventor, universitas dan dunia usaha. “ Melalui inkubasi bisnis di Kawasan Sains dan Teknologi diharapkan akan hadir pengusaha kecil dan menengah atau pengusaha-pengusaha pemula berbasis teknologi, sehingga dapat menumbuhkan perekonomian di daerah-daerah dimana Kawasan Sains dan Teknologi berada,” jelas Ainun.

Ainun Na’im menambahkan bahwa Kemenristekdikti senantiasa menjalin kerjasama dengan berbagai pihak termasuk dunia usaha/dunia industri yang konsen terhadap pengembangan Science Techno Park untuk meningkatkan relevansi pendidikan tinggi. “ Kerja sama dengan pihak dunia usaha/dunia industri tersebut kami wujudkan dalam pengembangan ITB Innovation Park Kerjasama ITB dengan Summarecon Bandung,” imbuh Ainun.

Dalam proses persiapan menuju hibah lahan, ITB dan Summarecon telah menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding pada 11 Desember 2015 lalu. Summarecon menghibahkan lahan kepada Kemenristekdikti selaku instansi pemerintah yang menaungi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum seperti ITB. Secara pengembangan dan pengelolaan, nantinya Innovation Park berada di bawah naungan ITB. Untuk itu, dalam kesempatan yang sama pihak Summarecon pun melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan ITB terkait pengembangan dan pengelolaan Innovation Park tersebut.
Berlokasi di Kota Bandung bagian timur (Gedebage), kota terpadu Summarecon Bandung merupakan kawasan seluas 300 hektare yang terdiri atas bangunan residensial dan komersial.

Rektor ITB Kadarsah Suryadi mewakili civitas akademika ITB menghaturkan penghargaan kepada Summarecon atas kerjasama yang terjalin dalam pembangunan dan pengembangan ITB Innovation Park. Kadarsah mengatakan bahwa ITB saat ini telah bergerak dari universitas riset menjadi universitas entreperenur. Fokus ITB Innovation Park nantinya adalah smart and creative industry. Sedangkan bidang riset yang dikembangkan meliputi animasi, perlengkapan atau dukungan smart city, radar, dan medical equipment.

Komisaris Utama Summarecon Soetjipto Nagaria berharap ITB Innovation Park dapat menjadi tulang punggung dan percontohan bagi pembangunan STP lain di Indonesia, serta mampu memberikan kontribusi besar pada
pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia untuk berkiprah di dunia internasional. “ Saya  berharap dari ITB Innovation Park akan lahir entreprenuer di bidang teknologi dan Bandung Teknopolis dapat menjadi Sillicon Valey dari Indonesia,” ujar Soetjipto.

Soetjipto menambahkan sejalan dengan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Tahun 2011-2013, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menetapkan daerah Gedebage sebagai Bandung Teknopolis, yaitu pusat  baru kota yang berbasis teknologi, khususnya TIK. Pembangunan ITB Innovation Park akan mewujudkan konsep pengembangan Triple Helix di Summarecon Bandung, sesuai dengan visi pengembangan Bandung Teknopolis. Intisari pengembangan dari Triple Helix adalah sinergi kekuatan antara Akademisi, Bisnis, dan Pemerintah. (FH)

Galeri