SOLO – Inovasi dalam bidang pertahanan dan keamanan merupakan salah satu produk yang menarik perhatian pengunjung pada gelaran Ritech Expo 2016 yang diselenggarakan di GOR Manahan, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Berbagai produk inovasi di bidang pertahanan dan keamanan dipamerkan dalam gelaran tersebut, baik produk inovasi hankam yang dihasilkan oleh BUMN maupun produk2 inovasi hankam yang dihasilkan oleh lembaga litbang di bawah Kementerian Pertahanan dan Keamanan dan Litbang TNI.
Salah satunya adalah senapan serbu produksi PT Pindad. Pada gelaran ini Pindad memamerkan jenis senjata produksinya berupa rifles (senapan serbu) antara lain Senapan Serbu (SS-2 V2), Senapan Serbu SS- Sub Sonic, dan Senapan Serbu (SS-3).

Senapan Serbu (SS-2 V2) merupakan senapan serbu hasil pengembangan dan penyempurnaan Senapan Serbu (SS-1) yang telah jamak digunakan sebagai senjata organik oleh berbagai satuan di TNI dan Kepolisian RI. Munisi yang digunakan utk SS-2 V1 adalah munisi kaliber 5,56 mm. Dengan munisi tersebut, SS-2 V4 mampu melumpuhkan musuh dalam jarak tembak 200 – 400 meter dengan akurasi tembak yang sangat tinggi mengalahkan senapan-senapan serbu buatan negara maju.

Kehebatan akurasi tembak SS-2 V2 dibuktikan dengan kemampuan SS-2 V2 dalam menjuarai berbagai perlombaan menembak militer antar negara. Terakhir pada tahun 2016, SS-2 V2 mampu mengantarkan tim TNI-AD sebagai juara umum Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM).

“Ini (SS-2 V2) sdh pernah juara dunia sembilan kali berturut-turut. Amerika pernah minta izin untuk bongkar SS-2 V2 tp tidak kita kasih,” ungkap Suparman, fasilitator pada booth PT Pindad.

Selain menjelaskan tentang SS-2 V2, Suparman juga menjelaskan tentang generasi penerus SS-2 V 2 yaitu SS-3. Dijelaskan Suparman, senapan ini merupakan senapan sebu yang mengembangkan keunggulan2 dr SS-2. Senapan dengan munisi kaliber 7,62 mm ini selain bisa difungsikan sebagai senapan serbu juga dapat difungsikan sebagai senapan tembak runduk. Dengan munisi 7,62 mm senapan ini mampu melumpuhkan musuh dalam jaak tembak 600 meter, lebih jauh dibandingkan dengan SS-2 V2. Namun demikian, SS-3 saat ini baru dalam tahap pengenalan, belum masuk sebagai senjata organik satuan baik di TNI maupun di Kepolisian.

Kita berharap, SS-3 mampu meneruskan tradisi SS-2 V2 sebagai senapan serbu terbaik di dunia. (Dzi/Msf/Rhi)