Indonesia dan Inggris merupakan dua Negara sahabat yang telah lama menjalin kerjasama bilateral dalam bidang Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, serta Inovasi.

Pada tahun 2015, telah ditandatangani MoU untuk kerjasama riset kemitraan strategis, yang tertuang dalam program RI UK Newton Program. MoU yang ditanda-tangani Menristekdikti Mohamad Nasir ini merupakan Nota Kesepahaman pertama yang ditandatangani oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), dihadapan kedua Kepala Negara Indonesia dan Inggris.

Pada tahun 2016, kembali Indonesia dan Inggris menyepakati MoU dalam bidang Pendidikan Tinggi, yang ditandatangani sewaktu kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke Inggris di bulan April 2016.

Menindak lanjuti penandatanganan ke dua MoU tersebut, telah banyak program-program bersama dilaksanakan, seperti program riset kemitraan strategis melalui skema Newton program, pemberian beasiswa untuk Generasi Emas Indonesia oleh Pemerintah Inggris dan Indonesia, pelaksanaan bersama seminar/lokakarya/konferensi/pelatihan/magang, kunjungan kerja penentu kebijakan, Professors, pertukaran pelajar, dosen, peneliti ke masing-masing Negara telah dilakukan.

Pada hari Jum’at (9/6), Deputy Head of Mission (DCM) untuk Indonesia and
Timor Leste, Ibu Juliet Maric Capeling OBE, Ibu Theresa dan Ibu Ocky dari Kedutaan Besar Inggris, melakukan pertemuan dengan Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Prof. Ainun Na’im.

Dalam pertemuan, diutarakan minat dari Pemerintah Inggris untuk membentuk Joint Working Group (JWG) Indonesia Inggris, dalam bidang IptekDikti dan Inovasi.
Pembentukan JWG ini memang dimandatkan dalam kedua MoU tersebut.

Tujuan dari JWG ini adalah untuk memonitoring dan mengevaluasi program-program yang telah berjalan antara Indonesia dan Inggris selama ini. Selain itu, forum JWG bilateral ini juga dapat dilakukan untuk pertukaran pandangan mengenai kebijakan Iptekdikti terkini dari Indonesia dan Inggris, selain juga tentunya merupakan forum “silaturahmi” antar bangsa.

Prof. Ainun Na’im menyambut baik ide ini, serta mengusulkan perkiraan waktu pertemuan JWG akan dijadwalkan pada awal September 2017 di Indonesia. Beliau juga mengusulkan beberapa topik diskusi dalam bidang Dikti, antara lain program akreditasi, vokasional pendidikan tinggi, beasiswa, pertukaran dosen, pelajar, peneliti.

Nada Marsudi selaku Kepala Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik Kemenristekdikti juga mengusulkan agar kemajuan dari program riset bersama berdasarkan kemitraan strategis RI UK Newton Program, dan program kemitraan dalam pengembangan bidang Inovasi, menjadi salah satu topik diskusi dalam pertemuan mendatang.

Selain itu, dalam pertemuan juga dibahas rencana kunjungan Menristekdikti pada akhir September atau awal Oktober ke Inggris di Tahun 2017 memenuhi undangan dari Pemerintah Inggris, yang telah disuarakan sejak tahun 2016 dan masih tertunda hingga kini.

Pada akhir pertemuan, sebagai tanda kehormatan dan untuk mempromosikan “Batik” sebagai simbol kekayaan budaya Indonesia, selendang merah cantik nan indah, dipersembahkan untuk Ibu Juliet. Pertemuan diakhiri dengan sejumlah langkah aksi yang akan ditindaklanjuti dalam waktu yang tidak terlalu lama. (NMS)