YOGYAKARTA – Indonesia dan Perancis menjalin kerja sama bilateral dalam bidang riset dan pendidikan tinggi. Lebih dari 200 peneliti dari berbagai lembaga penelitian dan perguruan tinggi terkemuka dari Indonesia dan Perancis menghadiri the 9th Joint Working Group Indonesia-French in Higher Education and Research di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.
“Tujuan pertemuan ini untuk memperkuat jejaring antar peneliti, berbagi pengalaman, serta menyusun rencana kerja penelitian bersama untuk area strategis dalam bidang pendidikan tinggi dan penelitian,“ ujar Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti Kementerian Ristek dan Dikti, Prof. Ali Ghufron Mukti.
Lebih dari 50 % publikasi Perancis merupakan publikasi bersama dengan negara lain. Hal ini dikarenakan  sebanyak 45% mahasiswa S3 di Perancis adalah mahasiswa asing. Sedangkan, publikasi bersama dengan Indonesia, hanya 5% saja. Indonesia dan Perancis berkeinginan untuk meningkatkan 10% jumlah publikasi bersama dalam 5 tahun mendatang.
“Target ini dapat dicapai, dan saya mengajak utamanya rekan-rekan kami di Kemenristekdikti untuk bekerjasama dengan kami mulai hari ini dalam menciptakan berbagai program yang dibutuhkan di bawah payung kerja sama Nusantara,” tutur Dubes Perancis untuk Indonesia, Jean Charles Berthonnet.
Selama dua hari, 3-4 Mei 2017 mereka berdiskusi dan menyusun rencana kerja penelitian bersama dalam bidang pendidikan dan penelitian. Sesi pertama dipaparkan tentang overview kerja sama bilateral Indonesia-Perancis dalam bidang pendidikan tinggi dan penelitian.
Kemudian dilanjutkan dengan sesi research and collaboration management yang membahas skema pendanaan penelitian dalam bentuk pendanaan riset bersama, dan mobilitas peneliti yang ditawarkan oleh Kemenristekdikti, Lembaga Pengola Dana Pendidikan (LPDP), maupun dari Pemerintah Perancis.
Terdapat enam kelompok kerja pada sesi thematic discussion yang terbagi berdasarkan area strategis penelitian, yakni Food Security and Agriculture, Health and Medicine, Energy (Renewable and alternative Energy), Information and Communication Technology, Social Science and Humanities (Law and Politics/Sustainable Tourism/Economics), dan Marine and Maritime.
Setiap kelompok kerja ini menghasilkan sebuah rencana kerja penelitian bersama yang akan dikerjasamakan selama satu tahun ke depan.
Pada pertemuan ini juga akan dilaksanakan kompetisi final Ma Thèses En 180 Secondes (MT-180) 2017 pada 4 Mei 2017. Finalis Indonesia akan mengikuti International Grand Final MT 180 pada bulan September 2017, di Leige, Belgia. (AP /KIS)
a68810df-da30-40c4-9e44-e10009dd09c6