Science Techno Park (STP) Sumatera Selatan (Sumsel) merupakan salah satu dari 9 STP yang akan dikembangkan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Senin, 21 Desember 2015 di Ruang Komisi 3 Gedung II BPPT dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Kemenristekdikti dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel). Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek Dikti Bapak Patdono Suwignjo selaku perwakilan dari pihak Kemenristekdikti dan Wakil Gubernur Provinsi Sumatera Selatan Bapak Ishak Mekki selaku perwakilan dari pihak Pemprov Sumsel.

Nota kesepahaman tersebut merupakan landasan dan payung hukum dalam penyerahan aset pengelolaan Agro Techno Park (ATP) Palembang dan pembangunan STP Sumsel. ATP Palembang dari yang semula hanya berfungsi sebagai demplot (etalase hasil teknologi pertanian) kemudian akan dikembangkan menjadi STP yang berfungsi untuk hilirisasi dan komersialisasi hasil penelitian dan pengembangan (litbang), dengan keluaran terjadinya kontrak bisnis dan tumbuhnya wirausaha baru sehingga selanjutnya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan ekonomi masyarakat.

“STP adalah bentuk kelembagaan dan penelitian yang paling tinggi dalam rangkaian penelitian dan inovasi. Karena paling tinggi maka paling sulit, untuk itu penandatanganan nota kesepahaman ini adalah sesuatu yang sangat penting. Karena tugas kedepannya kita itu sangat banyak untuk bisa membangun STP yang berhasil,” ungkap Dirjen Patdono dalam sambutannya.

“Beberapa hal yang menentukan keberhasilan STP adalah penentuan produk yang akan diproduksi oleh STP dan lokasi STP. Telah kita tetapkan bahwa pengembangan STP ini produk yang akan dihasilkan adalah peternakan sapi dan tambak ikan,” tambah Patdono Suwignjo.

“Selanjutnya aset dan pengelolaan ATP Palembang akan diserahkan oleh Kemenristekdikti kepada Pemprov Sumsel sebagai bagian yg tidak terpisahkan dalam rangka pengembangan STP Sumsel,” jelas Direktur Kawasan Sains dan Teknologi dan Lembaga Penunjang Lainnya Bapak Lukito Hasta P.

Lukito juga mengungkapkan, setelah penandatanganan nota kesepahaman ini akan dipersiapkan naskah perjanjian kerjasama tentang STP Sumsel yang berisikan hal-hal yang akan dikerjakan serta hak dan kewajiban dari Kemenristekdikti dan dari Pemprov Sumsel. Diharapkan perjanjian kerjasama tersebut dapat disepakati dan ditandatangani dalam waktu dekat. Sehingga proses pembangunan dan pengembangan STP dapat segera dilaksanakan.

“Dengan demikian STP Sumsel dapat menjadi salah satu rangkap sistem inovasi untuk meningkatkan daya saing daerah. Pemprov sumsel mendukung penuh pengalihan aset pengembangan ATP Palembang dari Kemenristekdikti ke Pemprov Sumsel,” ujar Wagub Ishak Mekki.

Ishak Mekki menambahkan bahwa sejalan dengan program Nawacita Presiden Republik Indonesia dalam hal peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing internasional melalui pengembangan STP, Pemprov Sumsel mempunyai keinginan untuk mewujudkan berkembangannya STP Sumsel. Keinginan kuat Pemprov Sumsel tersebut sejalan dengan visi Pemprov Sumsel, yaitu masyarakat sejahtera, lebih maju, dan berdaya saing internasional. (flh/bkkpristekdikti)