Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) merupakan syarat utama untuk mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang dilaksanakan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). UTBK-SBMPTN 2020 gelombang 1 yang dilaksanakan tanggal 5-14 Juli 2020 dari sesi 1-37 telah selesai, dimana seperti diketahui setiap harinya, kecuali hari jumat, berlangsung 2 sesi ujian.

Dari data rekapitulasi yang dihimpun, dari total 558.107 peserta, 519.070 atau 93,01% peserta hadir mengikuti ujian. Sementara sisanya 39.307 atau 6,99% tidak hadir. Pada tahun ini terjadi peningkatan jumlah kehadiran peserta UTBK yang relatif tinggi yaitu sebanyak 93,01% dari seluruh pendaftar UTBK 2020 bila dibandingkan dengan UTBK 2019, jumlah kehadiran peserta berada di angka 88,1%.

UTBK-SBMPTN sendiri dilangsungkan pada 85 pusat tes yang tersebar di seluruh Indonesia. Dari data yang ada, jumlah peserta terdaftar terbesar yang mengikuti gelombang pertama berada di Universitas Sumatera Utara (USU) dengan jumlah peserta 32.491, dan hadir dengan jumlah peserta 30.818 atau 94,85%. Peserta terdaftar paling sedikit dalam gelombang pertama berada di Universitas Cenderawasih-Wamena dengan jumlah peserta 31. Untuk persentase kehadiran peserta terbesar berada di UPNV Jakarta dengan 97,76% peserta hadir. Sementara untuk ketidakhadiran peserta paling banyak berada di Universitas Maritim Raja Ali Haji dengan persentase sebesar 59,36%.

plt. Dirjen Dikti, Nizam, bersyukur dan mengapresiasi kerja panitia, majelis rektor PTN, gugus tugas daerah, serta seluruh peserta atas terselenggaranya UTBK secara lancar. Panitia telah bekerja keras untuk memberikan layanan terbaik bagi calon mahasiswa dan memastikan kesehatan serta keselamatan para peserta. Selain itu, “melihat tingkat kehadiran peserta hingga lebih dari 93% (lebih tinggi dari tahun lalu sekitar 85%), menggambarkan antusiasme yang tinggi dari calon mahasiswa. Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat untuk mencari perguruan tinggi terbaik dengan mengikuti ujian di tempat yang telah ditentukan,” ujarnya.

Nizam berharap pada UTBK-SBMPTN gelombang kedua yang akan dilaksanakan pada tanggal 20-29 Juli 2020 akan berjalan lancar dan tingkat kehadiran juga tinggi. “Kami berharap tingkat kehadiran di gelombang kedua persentasenya juga akan tetap tinggi, para calon mahasiswa tetap semangat, dan ujian dapat berlangsung secara lancar mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan dari gugus tugas,” tutur Nizam.

Mohammad Nasih selaku Ketua LTMPT mengatakan panitia LTMPT telah mempersiapkan dengan matang protokol kesehatan yang dilakukan, serta memastikan seluruh protocol dijalankan dengan baik dan benar sehingga memberikan rasa aman bagi peserta ujian, dan peserta dapat fokus dalam mengikuti UTBK.
Nasih menyampaikan bahwa peserta yang tidak bisa mengikuti ujian di tahap 1 karena alasan protokol kesehatan, baik karena tidak bisa meninggalkan daerahnya, karena suhu badan di atas 37,5 atau memiliki hasil rapid test yang reaktif akan dilayani di tahap ke dua dan peserta tersebut diimbau untuk selalu menjaga dan memantau kesehatannya, agar ditahap kedua yang bersangkutan sudah bisa melakukan ujian dengan baik.

Hasil SBMPTN sendiri, baik gelombang 1 dan 2, secara bersama, akan diumumkan pada tanggal 20 Agustus 2020.
(YH/TLS/DZI/DH/FH/NH)

Humas Ditjen Pendidikan Tinggi
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan