Jakarta (03/07/17) Di hari pertama masuk kerja setelah libur lebaran jajaran pejabat dan pegawai di Inspektorat Jenderal mengadakan acara halal bihalal dengan mengundang penceramah KH. Abdul Wahid Maktub (Staf Khusus Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi bidang Kerjasama Dalam dan Luar Negeri). Acara halal bihalal di buka secara resmi oleh Inspektur Jenderal Kemenristekdikti (Prof. Jamal Wiwoho, SH. M.Hum) dan di ikuti oleh seluruh pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal Kemenristekdikti bertempat di ruang rapat lt. 3 Gedung D Jalan Jenderal Sudirman – Jakarta.

lt. 3 1

Halal bihalal merupakan budaya khas Indonesia, khususnya di Jawa. Halal bihalal memang bukanlah syariat Islam, tapi merupakan kearifan lokal. Ini merupakan produk asli Indonesia, baik sisi penamaannya maupun cara pelaksanaannya. Halal bihalal bisa dilakukan di mana-mana, mulai dari perkampungan, perkotaan, sekolahan, perkuliahan, bahkan sampai di perkantoran.

Halal bihalal diartikan sebagai hal maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadan, biasanya diadakan di sebuah tempat oleh sekelompok orang. Dengan saling bermaaf-maafan diharapkan kita semua menjadi “manusia yang Fitri”. (Rnt/Itjen)