BANDUNG – Globelics Forum ke-14 kembali diselenggarakan, forum internasional tersebut kali ini dibuka langsung oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Republik Indonesia Mohamad Nasir mewakili Presiden Joko Widodo pada Rabu (12/10) di Gedung Merdeka Bandung. Turut mendampingi, Rektor Universitas Padjadjaran (Unpad) yang sekaligus menjadi speaker pada acara tersebut, Tri Hanggono Achmad.

Fakultas Hukum Unpad dipercaya sebagai tuan rumah sekaligus penyelenggara Globelics Forum ke-14 ini. Tahun ini, tema yang diusung konferensi internasional tersebut adalah “Innovation, Creativity, and Development: Strategies for inclusiveness and sustainability”. Konferensi yang diikuti oleh 147 akademisi atau pemakalah dari 40 negara ini merupakan sarana bertukar informasi dan pengalaman mengenai berbagai riset. Bukan sekedar temu ilmiah, namun juga sarana untuk memperoleh masukan terhadap inovasi kebijakan di bidang pembangunan ekonomi pada masing-masing Negara.

Konferensi ini akan menggabungkan sidang pleno, presentasi makalah penelitian di trek paralel, sesi panel tematik atau sesi khusus, presentasi poster, sesi buku presentasi, kunjungan dan acara budaya, serta pameran seni dan kuliner.

Dalam kesempatan ini, Tri Hanggono Achmad menceritakan tentang kemajuan Unpad yang pada beberapa pekan terakhir memasuki usia ke-59. Tri juga menjelaskan bahwa konferensi ini mempunyai tujuan utama yaitu memberikan solusi dari kurangnya perhatian terhadap perkembangan pendidikan.

“Kebersamaan kita disini juga adalah hal yg spesial untuk kita. Saya harap kita semua bisa menikmati berjalannya konferensi ini, tak hanya konferensi, kami juga berharap kita menikmati suasana dan tempat ini. Kami selalu percaya bahwa Bandung dibuat dengan cinta dari Tuhan,” ujar Tri.

Menristekdikti dalam sambutannya menjelaskan bahwa forum ini membahas mengenai aturan-aturan inovasi untuk kemajuan Indonesia. Menurutnya, Kemenristekdikti bertugas untuk meningkatkan sains,  teknologi, dan kompetisi inovasi.

“Indonesia juga selalu meningkatkan sistem dan kualitas program beasiswa yg diberikan kepada mahasiswa. Contohnya beasiswa bidikmisi, afirmasi, dan BUDI,” terang Menteri Nasir.

Nasir juga menjelaskan bahwa bidikmisi ditujukan untuk mahasiswa dengan latar belakang ekonomi kurang mampu, beasiswa afirmasi ditujukan untuk siswa yg tinggal di daerah tertinggal, dan BUDI ditujukan untuk dosen-dosen di Indonesia. Semuanya dibentuk agar perkembangan Pendidikan Tinggi dan inovasi semakin maju di tingkat nasional maupun global, tutup Nasir. (MR)

Galeri