Surabaya – Sepeda motor listrik nasional pertama yaitu “Gesits” (Garansindo Electric Scooter ITS), hasil pengembangan dan riset yang dilakukan bersama antara ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya) dengan Garansindo, ditargetkan pada awal tahun 2017 bisa naik pada tahap produksi.

Rencana ini disampaikan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir pada kunjungannya ke ITS untuk pengecekan akhir pada motor listrik Gesits.

“Saat uji lepas motor listrik Gesits ini dari Jakarta menuju Bali, kami memohon untuk bapak Presiden bisa melepas motor listrik buatan anak bangsa ini pada november nanti,” ujar Nasir di bengkel molina ITS, pada Kamis, (27/10).

img_3285-2-kcl

Pada uji lepas dari Jakarta ke Bali ini, sekaligus juga dijadikan bahan untuk tes durabilitas skuter listrik ini sebelum diproduksi secara massal. Lewat uji coba ini, diharapkan Gesits mampu menaklukan berbagai rintangan, termasuk kondisi jalan yang beragam, sampai pada adaptasi cuaca di Indonesia.

Nasir berharap Gesits mampu melihat peluang pasar motor dengan jenis dan ukuran yang sama, untuk menjadi kompetitor industri motor di Indonesia serta jadi pilihan masyarakat untuk memakai bahan bakar elektrik yang ramah lingkungan.

“Saya harap nantinya motor listrik Gesits ini akan bersaing dengan motor dengan bahan bakar minyak (BBM), terlebih keuntungannya Gesits memakai bahan bakar elektrik yang memiliki emisi gas buang nol sehingga ramah lingkungan dan dari segi harga juga relatif terjangkau,” ungkap Nasir.

Dirinya menambahkan, dengan motor listrik ramah lingkungan ini nantinya dapat menekan penggunaan motor bahan bakar minyak dapat dialihkan ke bahan bakar elektrik yang dapat mengurangi polusi udara di jalan.

Skuter listrik “Gesits” ini memiliki daya jelajah 80 hingga 100 kilometer dalam kondisi baterai terisi penuh. Skuter ini juga mampu melaju hingga 100 km/jam.

img_3360-2-kcl

Semoga nantinya kemampuan anak bangsa untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri menjadi kenyataan dengan memiliki kendaraan hasil karya sendiri. (ard)