SOLO – “Beri aku 1000 orangtua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”. Begitulah kalimat yang didengungkan Bung Karno kala membangkitkan semangat generasi muda untuk berjuang memerdekakan bumi pertiwi. Tampaknya ajakan Bung Karno ini terlihat jelas dalam pameran RITECH EXPO 2016.

Dalam rangka perayaan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (HAKTEKNAS) ke-21 tahun 2016, mahasiswa/i dari berbagai Perguruan Tinggi ternama di seluruh Indonesia memamerkan produk inovasi mereka dalam pameran RITECH EXPO 2016 yang bertempat di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah (11/8). Tampak ratusan pengunjung dari kalangan anak muda memadati lokasi. Hal ini sebagai pertanda bahwa tingkat antusiasme anak muda untuk mengembangkan teknologi dan berinovasi semakin meningkat.

Ditemui di stand-nya, Sholeh, salah satu mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) tampak percaya diri kala menjelaskan produk inovasinya yang dipamerkan dalam RITECH EXPO 2016 mengenai Penelitian Penanggulangan Demam Berdarah Dengue Melalui Teknologi Aedes Aegypti ber-Wolbachia. Ia memaparkan bahwa kasus demam berdarah masih tinggi di beberapa daerah di Indonesia. Dengan menjalin kerjasama dengan Yayasan Tahija, sebuah yayasan nirlaba di Jakarta, mahasiswa Fakultas Kedokteran UGM beserta timnya berinisiatif  melakukan riset untuk mengatasi permasalahan demam berdarah di Indonesia.

“Kami menyadari bahwa indeks kesehatan di Indonesia masih sangat rendah. Oleh karenanya, kami sebagai generasi penerus bangsa ingin memberikan kontribusi konkret bagi masyarakat lewat ilmu yang kami pelajari di bidang kesehatan ini,” ucap Soleh.

Selain inovasi di bidang kesehatan, produk-produk inovasi lain yang ditampilkan sangat bervariasi, diantaranya Roboboat Barunasastra yang diciptakan mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) yang berguna untuk memperkuat maritim Indonesia hingga bibit buah-buahan unggul, seperti pepaya, pisang, dan jambu biji yang dikembangkan oleh mahasiswa Institut Pertanian Bogor. Bibit ini bermanfaat untuk membantu para petani mengembangbiakkan tanaman mereka secara efisien dan berkelanjutan.

Teknologi Itu Seru

Pieter, salah satu siswa SMA yang mengunjungi pameran menyampaikan antusiasmenya dalam acara RITECH EXPO 2016 ini. “Kami ingin melihat-lihat teknologi baru. Sangat keren dan salut dengan kakak-kakak mahasiswa yang banyak mengembangkan teknologi,” ucap Pieter. Baginya, definisi teknologi adalah bisa memberi manfaat bagi banyak orang, dan hal itu sudah terlihat dari inovasi teknologi yang ditampilkan dalam pameran ini. “Setelah melihat-lihat, saya jadi ingin menciptakan teknologi baru yang bisa saya guunakan dalam hidup sehari-hari,” harapnya.

Semakin siang, para pengunjung yang datang semakin semarak. “Rata rata perhari pameran dikunjungi kurang lebih 2000 pengunjung,” ujar Wawan Bayu. Mayoritas pengunjung dipadati oleh kalangan siswa SMP dan SMA serta mahasiswa dari beberapa Perguruan Tinggi. Salah satu mahasiswa Universitas Sebelas Maret, Mike, bercerita tentang keseruannya ketika menaiki prototype angkutan perkotaan yang dipamerkan dalam pameran ini.

“Seru banget. Semoga bisa cepat diproduksi dan diperbanyak,” katanya dengan semangat. Ia berharap agar angkutan tersebut dapat segera digunakan oleh masyarakat, sehingga wajah transportasi di Indonesia semakin maju.

RITECH EXPO 2016 bertujuan untuk mendorong kreativitas dan inovasi masyarakat dalam rangka meningkatkan daya saing bangsa serta mensinergikan strategi implementasi berbagai kebijakan pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan hasil riset pengembangan untuk hilirisasi IPTEK. Hal ini disampaikan Koordinator RITECH EXPO 2016 sekaligus Kabag Publikasi dan Dokumentasi Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidkan Tinggi Wawan Bayu. Ia turut menjelaskan alasan dipilihnya kota Solo sebagai lokasi perayaan puncak HAKTEKNAS 2016, yaitu karena keberhasilan Solo dalam mengembangkan Technopark serta pengembangan Mobil listrik oleh siswa SMK.

“Supaya ada budaya inovasi bukan milik pusat, tapi milik seluruh bangsa Indonesia, maka kita rayakan kebangkitan teknologi nasional ini di kota Solo,” tambahnya.

Wawan berharap agar acara RITECH EXPO 2016 ini dapat meningkatkan semangat masyarakat, khususnya kalangan anak muda, untuk terus berinovasi dan menciptakan hal-hal baru. “Minimal inovasi itu dapat dirasakan untuk diri anak muda itu sendiri, selanjutnya akan berkembang dan terus berkembang yang nantinya dapat dirasakan oleh banyak orang. Sebagai generasi penerus bangsa, teruslah bermimpi, teruslah berinovasi untuk kemandirian dan daya saing bangsa,” tutupnya. (dzi/eva)