Cita-cita Indonesia untuk menjadi poros maritim dunia bisa terwujud. Jalesveva Jayamahe! Ungkapan itu menginsipirasi kampus Insitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menggelar acara Indonesia Maritime Challenge (IMC).

Menurut Profesor Daniel M. Rosyid, dekan Fakultas Teknologi Kelautan ITS bahwa IMC merupakan agenda besar tahunan yang diselenggarakan oleh UKM Maritime Challenge ITS bekerjasama dengan PPNS yang bertujuan untuk menggelorakan kembali semangat bahari kepada pemuda Indonesia, khususnya mahasiswa. Tahun ini IMC digelar selama dua pekan sejak Sabtu (5/8) hingga Jum’at (18/8) di pulau Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Madura.

Menurutnya, dua pertiga luas wilayah Indonesia merupakan lautan dengan begitu Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi kemaritiman yang luar biasa. Melalui kabinet pemerintahan saat ini, sedikit demi sedikit putra dan putri Bangsa Indonesia telah terpacu untuk ikut serta dalam memaksimalkan pemanfaatan potensi kekayaan bahari Indonesia. Salah satunya adalah UKM Maritime Challenge ITS.

IMC memang dikonsep menjadi suatu kegiatan yang memberikan branding positif terhadap wisata bahari di Indonesia. Ketua Departemen Panitia Indonesia Maritime Challenge 2017, Dhanang Aji Purnomo mengatakan, Gili Genting terpilih sebagai lokasi kegiatan karena belum terlalu dikenal masyarakat.

“Karena daerah Madura sendiri lebih terkenal dengan Gili Labak dan Gili Iyang, padahal masih banyak potensi lain yang tidak kalah bagus, salah satunya Gili Genting. Gili Genting sendiri merupakan sebuah pulau kecil yang terpisah dari Madura, terletak di selatan Kabupaten Sumenep dan secara administrasi termasuk di dalamnya,” ungkap Dhanang.

Dhanang mengaku, IMC bertujuan untuk mengajak para pemuda untuk kembali mencintai dan melakukan banyak aktivitas di laut dan daerah pesisir. Selain seamanship contest dan boat building terdapat beberapa kegiatan pendukung (side event) seperti photo contest, coral transplantation, dragon boat, ship design competition, dan bedah pesisir.

Pada dasarnya, terdapat enam kategori dalam IMC 2017 yang akan dilombakan, yaitu man overboard, rowing, sailing, ropework, navigation, dan boat building. “Melalui enam kategori lomba yang ada, diharapkan pemuda Indonesia memiliki kesehatan fisik yang prima serta mampu membuat suatu produk nyata berupa perahu sederhana yang bisa digunakan,” ungkap mahasiswa Departemen Sistem Perkapalan ini.

Dhanang mengatakan, kegiatan ini diikuti oleh berbagai universitas di Indonesia seperti ITK, UINSA, UNESA, UB, PPNS, POLIMARIN, UHT, UTM, POLTERA. “Menariknya, pelaksanaan IMC 2017 ini juga akan melibatkan warga Gili Genting Madura untuk berpartisipasi dalam beberapa kegiatan yang ada dan ikut memeriahkan IMC 2017”, jelasnya.

“Dari model kegiatan ini diharapkan banyak terjadi interaksi antara peserta, panitia, dan warga Gili Genting. Lebih dari itu, juga untuk membangun keakraban dan kemampuan kerjasama antar elemen bangsa untuk kesuksesan masa depan generasi bangsa,” pungkasnya. Humas ITS.