JAKARTA- Bacharuddin Jusuf Habibie Technology Award 2016 yang ke-9 didapat oleh tim garam farmasi dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknolgi (BPPT). Penghargaan ini diberikan di kediaman pribadi B.J. Habibie, Kamis (18/8).

Pada acara pemberian penghargaan hadir pula Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir untuk memberikan apresiasi kepada tim garam farmasi BPPT.

“Inovasi- inovasi yang muncul membuat Indonesia semakin maju dalam bidang iptek,” ujar Nasir.

Peneliti garam farmasi ini terdiri dari tujuh orangĀ  yaitu, Imam Paryanto, Bambang Srijanto, Eriawan Rismana, Wahono Sumaryono, Tarwadi, Purwa Tri Cahyana, dan Arie Fachruddin. Penghargaan yang diterima ketujuh peneliti tersebut digelar dengan maksud memberikan penghargaan tertinggi secara berkala kepada para inovator.

“Kualitas garam farmasi ini tidak kalah dengan negara lain, bahkan ingin kami ekspor ke negara tetangga. Kita sudah tes di dalam juga luar negeri dan hasilnya memuaskan dan sangat bagus,” kata salah satu peneliti, Imam Paryanto.

Dirinya juga menambahkan harapan kedepannya adalah garam farmasi dapat memenuhi kebutuhan bahan baku dasar obat-obatan di dalam negeri dan dapat meminimalisir pengeluaran negara karena lebih murah dan hasil lokal.

Mohamad Nasir pada kesempatan tersebut juga menyatakan bahwa garam farmasi dapat mengurangi ketergantngan impor hingga 30 persen dan juga meningkatkan kemandirian nasional. Hal tersebut dibuktikan dengan terciptanya teknologi untuk mengekstraksi garam biasa menjadi garam farmasi yang diciptakan oleh ketujuh anak bangsa tersebut. (dzi/lry)

Galeri