JAKARTA – Memperingati HUT LIPI ke- 49, penghargaan tahunan LIPI Sarwono Award (LSA) kembali diadakan untuk yang ke- 15 kalinya. Penganugerahan Penghargaan Ilmu Pengetahuan LSA ini diadakan di Auditorium LIPI, Jakarta Selatan, Kamis (18/8).

Penerima LSA XV adalah seorang ahli fisika dari Institut Teknologi Bandung, Tjia May On. Penghargaan ini diberikan kepada Tjia karena dedikasinya dalam pengembangan fisika di bidang riset dan pendidikan. Sempat memberikan sambutan, Tjia mengungkapkan fisika berperan penting dalam kehidupan sehari-hari umat manusia contohnya, terciptanya ponsel dan laptop.

Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan, Muhammad Dimyati yang hadir pada saat itu yang mewakili Menteri ristek, teknologi dan perguruan tinggi mengatakan bahwa penghargaan yang diberikan oleh para peneliti adalah suatu hal yang tidak dapat dilewatkan.

“Penghargaan ini bukan peristiwa yang begitu saja bisa dilewatkan tapi tentu menjadi pertanda baik bagi semua masyarakat khususnya peneliti di Indonesia,” ujar Dimyati.

Adanya apresiasi kepada peneliti dapat meningkatkan rasa untuk bangkit  dan memunculkan inovasi-inovasi baru dalam bidang iptek. Keputusan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) telah meminta agar peneliti sekarang harus fokus pada output dan tidak terjerat oleh aturan-aturan administratif. Selain itu, telah ada Undang-Undang Paten yang memberikan keberpihakan kepada para peneliti.

“Bukan hanya kemudahan untuk mengurus paten tetapi juga melindungi kekayaan yang dimiliki agar tidak sembarangan digunakan oleh pihak- pihak yang tidak bertanggung jawab,” tambahnya.

Pada kesempatan ini, LIPI juga mengadakan Sarwono Memorial Lecture XVI dengan pembicara Duta Besar Arif Havas Oegroseno dengan tema “Pengelolaan Kawasan Maritim dan Perbatasan Indonesia dalam Kerangka Kerja Sana Regional Asia Tenggara”. (dzi/lry)