JAKARTA – “Tantangan Menuju Kemandirian Riset Nasional” menjadi tema yang diusung dalam acara Forum Riset Life Science Nasional (FRLN) Tahun 2016 yang bertempat di Grand Sheraton Gandaria City, Jakarta, Kamis (25/8) pagi.

Forum ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi riset bidang life science antara Pemerintah, Perguruan Tinggi, industri, serta komunitas pendukung. Selain itu juga digunakan sebagai kendaraan untuk mempercepat hilirisasi serta tujuan akhir komersialisasi produk life science yang akan diakui sebagai produk nasional hasil kerja nyata putra-putri terbaik Bangsa Indonesia.

Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI M. Dimyati, yang menyampaikan apresiasi tinggi kepada peneliti dan pihak terkait yang saling bersinergi untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia, yakni menjadi Negara yang mandiri dalam bidang kesehatan.

Sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam, Indonesia seharusnya sudah mampu mandiri dalam menghasilkan produk-produk life science, seperti vaksin maupun obat-obatan. Namun, masih banyak peneliti-peneliti yang belum memaksimalkan potensi tersebut. Oleh karenanya, forum ini dapat dijadikan sebagai momentum untuk mendorong semangat para pelaku riset agar pantang menyerah dalam menghasilkan vaksin dan obat-obatan yang bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat.

“FRLN ini merupakan andalan kita bersama untuk menjadi Negara yang mandiri, paling tidak dalam hal riset bidang kesehatan. Ini menjadi tantangan bagi para pelaku riset nasional untuk bersungguh-sungguh menghasilkan produk inovasi yang bermanfaat bagi banyak orang,” ucap Dimyati dalam sambutannya.

Dimyati juga menambahkan bahwa Pemerintah, dalam mendukung riset life science nasional, akan terus mengupayakan berbagai regulasi agar forum ini berjalan sebaik-baiknya, agar semua peneliti dapat menghasilkan vaksin lebih cepat dan lebih baik dari sebelumnya.

“Selain regulasi, tentu kita juga melakukan upaya agar teman-teman peneliti bisa memanfaatkan laboratorium institusi sehingga efisiensi bisa diwujudkan. Semoga riset serta ilmu pengetahuan dan teknologi berada pada posisi terukur bagi pembangunan nasional ,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama Iskandar, selaku Direktur Utama Biofarma yang menjelaskan bahwa produk life science nasional akan mendorong tersedianya Biopharmaceutical dengan harga terjangkau bagi seluruh rakyat Indonesia. Juga, akan mendukung tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu menjamin kehidupan yang sehat serta mendorong kesejahteraan hidup untuk seluruh kalangan masyarakat.

“Sinergi kami dengan Ristekdikti dan Litbang Kemenkes dalam FRLN ini diharapkan dapat mendorong peneliti untuk giat melakukan riset. Jujur, saya bangga terhadap anak muda dari seluruh penjuru Indonesia yang mendedikasikan dirinya untuk melakukan riset yang bermanfaat,” kata Iskandar.

Forum riset life science yang bersifat inovatif dan implementatif ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian riset dan inovasi bagi para peneliti Indonesia, sehingga tujuan hilirisasi dan komersialisasi produk life science dapat diperoleh sesuai dengan waktu yang ditetapkan. (Dzi/eva)