Muhammad Fahmi Husaen tampak menikmati atraksi yang disajikan oleh berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa dalam upacara pembukaan Pelatihan Pembelajar Sukses bagi Mahasiswa Baru (PPSMB) UGM dari tenda di samping panggung utama Lapangan Grha Sabha Pramana. Ia adalah mahasiswa baru UGM angkatan 2016 yang diterima di Program Studi D3 Ilmu Komputer dan Sistem Informasi Sekolah Vokasi.

Sejak duduk di bangku SMP, ia memang harus menggunakan kursi roda dalam aktivitasnya sehari-hari. Gejala muscular distrophy atau distrofi otot yang dideritanya mulai terlihat di usia kanak-kanak ketika ototnya perlahan-lahan semakin melemah. Penyakit ini pun membuatnya kesulitan untuk berjalan sehingga ia akhirnya menggunakan kursi roda.

Namun, hal ini tidak mengurangi semangatnya untuk tetap beraktivitas seperti teman-temannya, terutama dalam menuntut ilmu. Tekad untuk memperoleh pendidikan yang terbaik mendorongnya untuk mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru UGM melalui jalur Ujian Tulis (UTUL).

“Di Jogja universitas yang terbaik memang UGM, karena itu saya ingin kuliah di sini,” tutur Fahmi saat ditemui, Senin (8/1) di Lapangan Grha Sabha Pramana.

Mempelajari ilmu komputer telah menjadi keinginannya sejak dulu. Sejak kecil, ia memang sudah tertarik dengan komputer, khususnya berkaitan dengan game dan animasi. Karena itu, ia pun merasa bersemangat untuk mempelari secara mendalam mengenai dua hal ini saat kuliah nantinya.

“Dari kecil memang suka dengan komputer. Nanti setelah lulus saya mau jadi entrepreneur, membuat perusahaan yang mengembangkan sistem informasi dan otomotif,” jelasnya.

Saat mengikuti PPSMB, semangat yang ia tunjukkan membuatnya sempat diajak berbincang oleh beberapa tamu undangan yang turut hadir di acara pembukaan, termasuk di antaranya Gubernur Jawa Tengah yang juga Ketua Umum KAGAMA, Ganjar Pranowo, S.H., M.IP.

Ia juga sempat berbincang dengan dosen Sekolah Vokasi yang juga dikenal sebagai pembuat film, Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D. Dalam kesempatan tersebut, Fahmi menceritakan ketertarikannya terhadap bidang animasi, yang mendapat respon baik dari Wikan.

“Kita perlu animator-animator handal untuk mengembangkan animasi di Indonesia. Nanti saya punya pekerjaan bagus buat kamu, akan saya ajak untuk membuat proyek animasi,” ucapnya kepada Fahmi.

Memasuki masa studinya sebagai mahasiswa di UGM, ia pun berharap dapat memperoleh banyak ilmu dan pengalaman, yang menjadi bekal baginya untuk dapat berkarya di waktu mendatang. Dengan dukungan dari keluarga dan teman-temannya, ia pun yakin bahwa ia dapat mewujudkan cita-citanya.

“Harapannya nanti saya dapat terus berkarya, bisa mengembangkan teknologi informasi dan membuat produk-produk yang bermanfaat,” ujarnya. (Humas UGM/Gloria).