Meulaboh, Aceh-Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Moh. Nasir melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung Universitas Teuku Umar (UTU) pada Sabtu (04/04) di Aula Utama Universitas Teuku Umar, Meulaboh, Aceh. Acara ini bertepatan dengan Dies Natalis UTU yang pertama semenjak diresmikan menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) pada 2 April 2014. Hadir pula dalam kesempatan tersebut Gubernur Aceh, Koordinator Kopertis XIII, Danrem 012 Teuku Umar, Bupati Aceh Barat, serta para tokoh masyarakat.

Dalam paparannya setelah peletakan batu pertama, Rektor UTU Jasman J. Ma’ruf melaporkan beberapa perkembangan paska setahun penegerian UTU. Jasman mengatakan hal pertama yang dilakukan adalah penyempurnaan visi dan misi UTU. “Bagi kami, penentuan visi dan misi yang jelas, tegas dan fokus sangatlah penting.” pungkasnya. Dalam penyempurnaan visi dan misinya, UTU melandaskan pada aspek history, sosiologi, market based dan resource based yang ada di lingkungan UTU.

Terkait dengan pembangunan gedung kampus UTU, Jasman menjelaskan bahwa pembangunan menekankan pada konsep green campus dan integrated campus, dimana memadukan konsep teknologi modern dengan khasanah kearifan lokal Aceh.

Harapan Jasman, pemerintah dapat terus meningkatkan bantuan dana Sarpras kepada UTU, karena sebagai PTN baru UTU membutuhkan banyak sekali kebutuhan dana untuk mengembangkan infrastruktur maupun akademiknya.

Pada kesempatan tersebut, Menristekdikti sekaligus menjadi Dies Reader dalam orasi ilmiah bertema Membangun Budaya Akademik dan Riset Menuju Perguruan Tinggi Bermutu. Dalam orasinya, Nasir menekankan prasyarat dalam mewujudkan universitas yang bermutu dengan menitikberatkan tiga pondasi dasar, yakni mutu para dosen, inovasi, dan daya saing nasional bangsa nasional.