JAKARTA – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, menerima kunjungan Duta Besar Republik Ceko, Ivan Hot?k, pada hari Selasa (18/10) di Gedung D Kemristekdikti, Senayan, Jakarta. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk membangun hubungan kerja sama terkait riset, teknologi, dan pendidikan tinggi yang lebih erat antara Ceko dan Indonesia.

Dubes Ivan Hot?k menyampaikan bahwa isu utama yang ingin dibangun olehnya dengan Indonesia adalah people-to-people connection, dalam hal ini adalah kerja sama di bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan tinggi.

Ivan menyatakan bahwa sejumlah perguruan tinggi di Ceko siap untuk melaksanakan kerja sama dengan Indonesia. Beliau menginformasikan bahwa perguruan tinggi di Ceko unggul dalam pendidikan medis dan teknik. Ia juga menambahkan bahwa 11 (sebelas) perguruan tinggi di Ceko mampu memberikan kuliah dalam bahasa Inggris.

Mohamad Nasir, yang pada kesempatan itu didampingi oleh Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Intan Ahmad; Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti, Ali Ghufron; serta Kepala Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik, Nada Marsudi, menyambut baik niat Dubes Ceko untuk membangun kerja sama pada bidang tersebut.

Nasir menyampaikan bahwa penting untuk memfokuskan kerja sama pendidikan di bidang STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics). Sedangkan di bidang riset, upaya melakukan hilirisasi hasil riset dari universitas dan lembaga litbang ke sektor industri masih menjadi perhatian utama, oleh karena itu Nasir mengajak Dubes Ceko untuk melakukan kerja sama untuk mengoptimalkan upaya hilirisasi hasil riset.

Baik Menristekdikti maupun Dubes Ceko berharap agar Indonesia dan Ceko dapat segera membuat perjanjian kerja sama di bidang riset, teknologi dan pendidikan tinggi yang akan mendasari kerja sama di antara kedua negara nantinya. (wsn)

Galeri