Makassar – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir melakukan peluncuran pembukaan Program Magister Manajemen Stratejik di Universitas Fajar, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (10/8).

Dalam kunjungan ini, Menristekdikti M. Nasir didampingi Sekretaris Jenderal Ainun Na’im, Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Muhammad Dimyati, Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek Dikti Patdono Suwignjo, Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Intan Ahmad, Inspektur Jenderal Jamal Wiwoho, serta Koordinator Kopertis Wilayah 9 Andi Niartiningsih, yang berada dibawah koordinasi Kemenristekdikti.

Menteri Nasir menekankan kepada Universitas Fajar (Unifa), setelah dibukanya program magister manajemen stratejik, kedepannya untuk selalu memperhatikan kurikulum dan tenaga ahli yang berkompeten di bidang ilmu manajemen stratejik.

“Saya mengapresiasi keberhasilan Unifa sebagai universitas pertama di Indonesia Timur yang telah membuka program pasca sarjana .Tetapi, yang paling penting untuk selalu meningkatkan kualitas tenaga ahli dan dosennya yang punya kompetensi untuk mengelola program magister manajemen stratejik kedepannya di Unifa,” ujar Menteri Nasir.

Ilmu manajemen stratejik berbicara tentang bagaimana untuk mengimplementasikan dan menganalisis, seperti halnya yang dikatakan Menristekdikti M. Nasir, bagaiamana menjual suatu produk yang murah, dengan manajemen stratejik yang baik, mampu menjadikan sebuah produk yang berdaya jual tinggi dan berkualitas.

“Produk yang berkualitas dengan penjualan yang tinggi, dibelakangnya ada para ahli yang kompeten dalam mengelola manajemennya. Seperti halnya dapat dilakukan oleh lulusan program magister manajemen stratejik ini,” ucap Nasir.

Rektor Universitas Fajar (Unifa) Makassar, Sadly Abd Djabar melaporkan, Universitas Fajar berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Fajar Ujung pandang. Meskipun Unifa masih tergolong muda, sejak didirikannya pada tanggal 8 Agustus 2008 lalu, dirinya bertekad untuk menjadikan Unifa dapat berkiprah lebih cepat dan mampu berkontribusi besar.

“Salah satu tekad saya selanjutnya, dapat membina mahasiswa Unifa, khususnya pada program magister manajemen stratejik yang juga satu-satunya di kawasan timur Indonesia hanya ada di Unifa ini, untuk menjadi lulusan yang punya nila-nilai keluhuran tinggi, mandiri, dan mampu menghasilkan sesuatu yang positif untuk bangsa ini,” ucap Rektor Sadly.

Alwi Hamu, sebagai Dewan Pembina Yayasan dari Unifa menuturkan, Unifa ingin menjadi salah satu Universitas yang tergolong baru, untuk dapat mencetak lulusan sebanyak-banyaknya dan mampu melakukan sesuatu yang bermanfaat, dengan prestasi yang tinggi dari segala sisi.

Pada kesempatan yang sama, Menristekdikti M. Nasir juga turut menyaksikan penandatanganan MoU antara Unifa dengan asosiasi profesi ISMS (Indonesia Strategic Management Society) tentang pengembangan program magister manajemen stratejik di program pasca sarjana Unifa.

Sri Wahyuni, selaku Presiden Indonesia Strategic Management Society (ISMS) mengatakan, asosiasi ISMS dibangun untuk membangun jejaring antar-para profesional yang berdedikasi tinggi dalam bidang manajemen stratejik di Indonesia, diantaranya bagi kalangan akademisi (dosen dan mahasiswa), praktisi bisnis, dan konsultan.

“Kami sangat senang bisa membantu universitas di daerah-daerah seperti di Unifa, dan dapat membantu mencari lulusan di bidang manajemen stratejik yang tidak hanya ahli dalam teori saja, tetapi juga ahli dalam praktiknya,” tuturnya.

Menristekdikti M. Nasir berpesan kepada Unifa untuk berkerja keras bersama agar bisa menjadikan Unifa punya akreditasi A agar dapat bersaing dengan universitas-universitas unggulan lainnya di Indonesia.

“Dengan kerja keras Unifa akan mampu bergerak lebih sukses dan maju. Memang saat ini Unifa bukan yang pertama, tetapi Unifa bisa menjadi yang terbaik,” tutup Nasir.

Diakhir kunjungannya, Menteri Nasir dan jajaran menyempatkan untuk meninjau gedung Unifa dan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Makassar yang berada tepat disamping gedung Unifa. (wd/ard)

Galeri