Jakarta, 28 Desember 2012— Menteri Nuh dalam Jumpa Pers akhir Tahun 2012 dengan tema Membeli Masa Depan Dengan Harga Sekarang menjelaskan bahwa ada perubahan dalam pola penerimaan mahasiswa baru Perguruan Tinggi Negeri (PTN) 2013.

Seleksi yang digelar 61 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ini, tahun depan pola SNMPTN tidak akan membuka jalur ujian tulis tetapi hanya jalur undangan. Daya tampung untuk SNMPTN 2013 mencapai 150.000 kursi atau 50% dari total kapasitas mahasiswa baru (maba) yang mencapai 300.000 kursi.

Siswa yang dapat ikut dalam SNMPTN merupakan siswa yang memiliki rekam jejak prestasi akademik di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). Kepala sekolah (Kepsek) harus mengirimkan data sekolah dan siswa ke PDSS. Setelah data diverifikasi, Kepsek mendapat password yang dapat digunakan siswa untuk mendaftar SNMPTN. Calon mahasiswa PTN yang mendaftar SNMPTN akan diseleksi kelulusannya berdasarkan nilai rapor dan nilai Ujian Nasional (UN).

Mendikbud menjelaskan penggunaan nilai rapor sebagai salah satu dasar penerimaan mahasiswa baru jalur SNMPTN telah dikaji secara mendalam. Pola ini telah dijalankan di beberapa perguruan tinggi sebelumnya dan sukses menghasilkan mahasiswa yang bagus. Selain itu, dengan dijadikannya UN sebagai salah satu syarat lulus SNMPTN, hal ini merupakan bentuk pengakuan perguruan tinggi terhadap proses pembelajaran di sekolah menengah.

Jalur ujian tulis tetap diadakan dengan nama Seleksi Mandiri Bersama yang diselenggarakan Majelis Rektor PTN. Daya tampung seleksi ini mencapai 30%. Sedangkan 20% maba lainnya, diperoleh melalui Jalur Mandiri yang diselenggarakan masing-masing PTN.

Sedangkan untuk Seleksi Mandiri Bersama (ujian tulis) dan Jalur Mandiri, akan tetap digelar dalam rangka memberikan kesempatan bagi lulusan tahun 2011 dan 2012. Selain itu jalur ini juga memberikan kesempatan kepada siswa berprestasi di bidang nonakademik, seperti olahraga dan seni serta kerja sama daerah.

Jumpa pers berlangsung di Gedung A Kemdikbud ini dipimpin langsung oleh Mendikbud Mohammad Nuh dengan didampingi seluruh pejabat eselon I di lingkungan Kemdikbud. Jumpa pers ini dihadiri puluhan wartawan baik dari media cetak maupun elektronik.