TEMPO.CO, Jakarta – Pertamina kembali menggelar Olimpiade Sains Nasional untuk mahasiswa. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang hanya berbentuk karya ilmiah, kali ini semua peserta diharuskan melakukan sebuah penelitian ilmiah di bidang energi dan lingkungan.

“Kriteria perlombaan adalah hasil penelitian yang inovatif di bidang energi dan lingkungan. Harus benar-benar bermanfaat,” kata Senior Officer Pertamina, Erna Yatti, kepada wartawan usai memaparkan perlombaan di Univeritas Indonesia, Selasa, 4 September 2012.

Kompetisi sains ini adalah kerja sama antara Pertamina dan UI dan didukung oleh seluruh universitas di Indonesia. Pertamina menargetkan jumlah peserta yang ikut sebanyak 18 ribu mahasiswa. “Jumlah peserta tahun kemarin 16 ribu, sekarang yang sudah daftar lebih dari 10.600 lebih,” katanya.

Pendaftaran peserta sudah dibuka sejak 23 Juli 2012 dan akan berakhir 15 September mendatang. Setelah serangkaian seleksi, juri akan mengumumkan hasil perlombaan tingkat provinsi pada 8 Oktober 2012. Kemudian akan dilanjutkan tahap seleksi Nasional dari 26-30 November 2012. “Dalam tahap ini mereka akan memaparkan hasil penelitiannya,” kata Erna.

Kompetisi ini dibuka untuk mahasiswa secara umum, kecuali yang sudah menang pada perlombaan sebelumnya. Peserta minimal sudah menduduki semester tiga dalam program S1. Saat pendaftaran, dibuktikan dengan kartu mahasiswa atau surat pengantar dari yang berwenang di fakultasnya. “Bisa Ketua Departemen, Ketua Jurusan, atau Dekan di Fakultasnya,” kata dia.

Erna mengatakan Pertamina sengaja menaikan tingkat penilaian kompetisi, dari karya ilmiah ke penelitian dan penerapan. Hal itu untuk memicu kreativitas mahasiswa Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi lagi. “Selama ini kan masih karangan ilmiah saja, sekrang aplikasinya,” kata dia.

Menurut Erna, tidak menutup kemungkinan hasil penelitian mahasiswa nanti akan diambil oleh Pertamina untuk dikembangkan. “Bisa saja kami akan mengadopsinya,” katanya. Apalagi, tambahnya, saat ini Indonesia sedang kekurangan energi. “Harapannya dengan ini mereka bisa mencari alternatif energi.”

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Djoko Santoso mengatakan kompetisi ini sangat baik bagi perkembangan mahasiswa. Dengan ini, ke depan mahasiswa Indonesia harus bisa melakukan inovasi dan keativitas. “Oleh karena itu kami rangsang dengan lomba-lomba dan penelitian,” katanya.

Menurutnya, pemerintah mengapresiasi kompetisi ini. Lebih khusus pada tema yang dikerucutkan pada “Energi dan Lingkungan”. Dia meminta agar peserta lomba membuat proposal dan menelitinya. “Sehingga mereka langsung menghasilkan penerapannya,” katanya.

Djoko mengatakan kompetisi ini tidak akan melebar dan akan fokus pada kebutuhan keindonesiaan saat ini. “Pokoknya akan berkaitan dengan energi dan pengelolaan lingkungan,” katanya. Tidak tertutup kemungkinan Dikti juga akan menggelar lomba-lomba yang mendidik. Namun, Djoko enggan mendetail lomba tersebut. “Sekarang kita bicara ini dulu, Dikti nanti.”

Sumber: Yahoo