Pameran Pendidikan Tinggi Indonesia di Yordania

Yordania, 10 Juli 2012-“Jika ada 1000 mahasiswa Yordania kuliah di perguruan tinggi di Indonesia dengan rata-rata pembelanjaan setahun 5.000 USD, maka devisa yang dihasilkan akan mencapai 5.000.000 USD. Angka ini setara nilai ekspor 50.000.000 USD dengan net cash inflow 10% dari total tersebut bagi pihak pengusaha dan semua pihak di Indonesia,” ujar Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Kerajaan Yordania, Zainulbahar Noor.

Pernyataan ini merupakan keresahan Duta Besar yang melansir pemberitaan di harian Kompas, 4 Juli 2012,  bahwa devisit neraca perdagangan Indonesia dengan beberapa negara semakin meluas. Perdagangan dengan Singapura yang sebelumnya surplus 285 juta USD telah devisit 0,4 miliar USD dan perdagangan dengan Korea Selatan sebelumnya surplus 251 juta USD telah devisit 0,7 miliar USD.

Berdasarkan pertimbangan tersebut maka KBRI di Amman Yordania menyelenggarakan pameran bertajuk “The Third Indonesian Expo 2012” yang berlangsung 8-10  Juli 2012 di Al Hussein Youth City Club, Amman Yordania. Pameran ini mengikutsertakan delegasi dari Kementerian Perindustrian, Kementerian BUMN, Kementerian Pertanian, Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif, BKPM serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

Khusus untuk Kemdikbud, ekspo ini adalah kegiatan pertama di Yordania, namun merupakan Ekspo pendidikan kedua yang diselenggarakan oleh KBRI. Dubes berpendapat jikalau sektor pendidikan dikelola dengan serius, akan mendatangkan devisa yang tidak sedikit, jika dibandingkan dengan pengiriman tenaga kerja nonformal ke Yordania yang jumlahnya sekitar 20.000 orang yang notabene-nya sering banyak menimbulkan masalah.

Disaat Zainulbahar menerima seluruh delegasi peserta ekspo  di wisma KBRI Amman, lebih jauh Dubes menyampaikan tekadnya untuk menjadikan Yordania sebagai hub (penghubung) untuk berbagai produk dengan negara lain di sekitarnya. Tekadnya cukup beralasan karena posisi strategis Yordania yang berdekatan dengan negara lainnya seperti Syria, Saudi Arabia, Irak dan Palestina. Yordania mempunyai penduduk sekitar 6 juta jiwa dan ada sekitar 1,7 juta jiwa berada di ibukota Amman.

Dengan penghasilan sekitar 5.200 USD (GDP perkapita), Yordania tergolong negara yang cukup potensial untuk dimasuki produk Indonesia, termasuk perguruan tinggi. Biaya pendidikan di Yordania cukup mahal, karena subsidi anggaran pendidikan sudah banyak dikurangi oleh pemerintah, sehingga calon mahasiswa yang memiliki pendapatan lebih, didorong untuk melanjutkan pendidikan keluar negeri. Peluang inilah yang ditangkap oleh Dubes Zainulbahar untuk menyelenggarakan Indonesian Expo III.

The Third Indonesian Expo 2012 dibuka secara resmi tanggal 8 Juli 2012 oleh Minister of Energy and Natural Engineering, sedangkan khusus untuk Pameran Pendidikan Tinggi Indonesia (Indonesian Higher Education Expo (IHEE) II dibuka tanggal 9 Juli 2012 oleh Secretary General Ministry of Higher Education Yordania.

IHEE II yang diorganisir oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud ini, diikuti oleh 10 perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yaitu Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Hasanuddin (UNHAS), Universitas Gadjah Mada (UGM), Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Universitas Padjadjaran (UNPAD), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta dan Universitas Nasional (UNAS) Jakarta.

Dalam sambutan pembukaannya Zainulbahar menyampaikan  pentingnya menjalin kerjasama di berbagai bidang termasuk kerjasama di bidang pendidikan tinggi. Sementara itu, Secretary General of Higher Education Yordania menggarisbawahi masih rendahnya mahasiswa Indonesia yang belajar di Yordania dan sebaliknya. Di sela-sela pameran, juga diadakan penandatanganan naskah kerjasama antara UAD dengan Al-Quds University tentang pengembangan Pendidikan Kedokteran.

Selain itu, UNHAS juga menandatangani naskah kerjasama dengan universitas yang sama dalam bidang Kemanusiaan. Di lain pihak ITS juga mengadakan kerjasama dengan Yordan University Sains and Technology tentang pengembangan energi dan robotik.

Di tengah-tengah kesibukan pelaksanaan pameran, Dubes dan beberapa delegasi Indonesia pada tanggal 11 Juli 2012 mengunjungi Minister of Higher Education, Wajih Owais. Pertemuan ini membahas kemungkinan menjalin kerjasama dalam pengembangan politeknik. Sebagai informasi bahwa dalam undang-undang pendidikan tinggi Yordania tidak mengenal pendidikan politeknik, sehingga kunjungan ini dijadikan sebagai momentum pendirian pendidikan politeknik di Yordania sekaligus memberi masukan dalam mengamandemen undang-undang pendidikan tingginya.

Dalam pertemuan tersebut pemerintah Yordania akan mengadakan langkah-langkah konkrit untuk berdirinya sebuah politeknik dengan mempelajari lebih dalam lagi tentang sistem pendidikan politeknik di Indonesia dan kurikulum pendidikan politeknik di Indonesia. Selain itu, pemerintah Yordania akan mengirimkan lulusan SLTA untuk melanjutkan studi di politeknik di Indonesia. Dalam waktu dekat ini pemerintah Yordania juga akan mengirimkan delegasinya untuk berkunjung ke Indonesia guna mempelajari pendidikan politeknik.

Secara umum kegiatan IHEE II di Amman berjalan sukses. Banyak pengunjung yang datang dari luar Yordania seperti Palestina, Mesir, Kuwait, Irak, Libanon dan Syria. Banyaknya pengunjung tak lain berkat liputan media massa Yordania yang dimuat di televisi maupun surat kabar. Sudah beberapa pengunjung yang menyatakan serius untuk melanjutkan pendidikan di Indonesia, termasuk salah satu calon yang sudah menyampaikan proposalnya untuk melanjutkan S3 di ITS dalam bidang Arsitektur.

Ditjen Dikti berharap ajang ini menjadi momentum yang baik berkat penyelenggaraan pameran pendidikan tinggi kita disana. Mengingat berdasarkan data yang ada belum ada satupun mahasiswa Yordania belajar ke perguruan tinggi di Indonesia, padahal ada puluhan ribu mahasiswa Yordania yang saat ini sedang belajar di tetangga negara kita.

Zainulbahar adalah sosok pekerja keras, disiplin dan memiliki visi yang tajam sebagai seorang diplomat. Ia akan mengakhiri  masa baktinya beberapa bulan mendatang mempunyai banyak obsesi dan salah satunya alah mendirikan pusat informasi tentang pendidikan tinggi yang diberi nama Indonesia Higher Education Center. Oleh sebab itu, menjelang kepulangan delegasi pameran ke Indonesia pada tanggal 12 Juli 2012 diadakanlah peresmian Indonesia Higher Education yang bertujuan untuk memberikan informasi bagi masyarakat Yordania yang akan menggali informasi tentang pendidikan tinggi di Indonesia. (mul/her)

Penulis: Mulyono