Tulisan ini  mengulas tentang konsep bimbingan virtual. Tantangan dan peluang serta kelebihan dan kekurangan dari proses bimbingan virtual itu sendiri. Tulisan ini sengaja dibuat untuk meningkatkan kesadaran kita hari ini bahwa saat ini zamannya serba cepat, mudah, praktis dan sederhana. Bukan lagi zamannya kerja lambat, susah, ribet, birokratis yang tidak perlu dan paradigma status quo yang masih bercokol disebagian benak kita. Mudah-mudahan ada sedikit percerahan baru yang bisa diimplementasikan dalam rangka efektivitas dan efisiensi proses pendidikan. khususnya dalam proses bimbingan penelitian mahasiswa baik untuk kepentingan tugas perkuliahan ataupun penelitian tugas akhir dan skripsi.

Secara konseptual, kita bisa definisikan yang disebut dengan bimbingan virtual adalah proses bimbingan antara mahasiswa dengan dosen, dengan menggunakan beberapa fasilitas dan sarana yang disediakan secara virtual atau online semisal surat elektronik (electronik mail), jejaring sosial (sosial network), telfon internet (voice over internet protokol (VOIP)), Yahoo Messanger (YM), Direct Message (DM), website dan semua fasilitas online yang bisa digunakan. Dalam prosesnya mahasiswa dan dosen tidak perlu melakukan pertemuan lansung, bahkan tidak perlu membuat waktu khusus untuk bimbingan, karena prinsipnya bisa dilakukan kapan saja, dimana saja, selama ada koneksi internet yang bisa dimanfaatkan.

Lalu mengapa harus secara virtual? Mengapa tidak yang konvensional saja, dosen bertemu secara langsung dengan mahasiswanya pada jam yang telah ditentukan? Mengapa harus secara bimbingan virtual?
Berikuti ini uraian beberapa alasan dan keuntungan serta manfaat bimbingan virtual;

Pertama adalah untuk efektivitas proses bimbingan, dengan menggunakan bimbingan virtual maka proses bimbingan akan lebih luas, tidak terbatas pada waktu dan kesempatan. Saya punya teman yang pernah curhat tentang proses bimbingan dengan dosen pembimbingnya. Kata beliau dalam sekali bimbingan paling dosen hanya memberikan waktu 5-10 menit/mahasiswa. Karena waktu dosen yang sedikit sementara jumlah mahasiswa yang mau bimbingan banyak. Akibatnya proses bimbingan jadi tidak efektif. Dosen hanya bisa memberikan arahan untuk beberapa point saja (tidak bisa banyak). Sementara dengan bimbingan virtual, maka proses bimbingan akan efektif karena semua masalah yang sedang dirasakan oleh mahasiswa bisa disampaikan dalam bentuk tulisan, kemudian dosen pun bisa menjawabnya secara gamblang sesuai dengan permasalahan yang sedang dirasakan oleh mahasiswanya. Dengan begitu proses bimbingan akan lebih produktif dan progress penelitian mahasiswa juga akan lebih progressif pula.

Alasan yang kedua, biasanya dosen memiliki jadwal agenda yang banyak, maka dengan bimbingan virtual dosen tidak perlu membuat dan meluangkan waktu khusus untuk melayani bimbingan secara langsung  dengan mahasiswanya. Sehingga agenda dosen yang lebih penting bisa tetap ia laksanakan, bimbingan dengan mahasiswa pun tidak terbengkalai. Jangan sampai masih kejadian ketika sudah disepakai jadwal bimbingan dosennya ada agenda lain dan mahasiswa yang jadi korban. Itu bukan sesuatu yang fair. Maka solusinya adalah dosen harus memberi ruang untuk bimbingan virtual.

Ketiga, efisiensi biaya dan transport untuk bimbingan. Tentu hal ini yang merasakan biasanya kebanyakan dari pihak mahasiswa, karena biasanya mahasiswa yang datang kepada dosen. Bayangkan saja, kalau bimbingan masih dengan proses yang konvensional, kemudian proses bimbingannya tidak efektif, maka mahasiswa akan berulang kali mencetak (print) bahan yang akan dibimbingkan dengan dosennya secara berulang-ulang sampai dipastikan tidak ada lagi yang perlu direvisi. Banyaknya kertas revisi juga bukan sesuatu yang bagus, karena itu pemborosan sumber daya alam, mungkin kita tidak pernah menyadari bahwa kertas berasal dari sumber daya alam, khususnya kayu, semakin banyak kertas yang dibutuhkan akan semakin banyak pula sumber daya alam yang segera dihabiskan. Bahkan tidak jarang kertas yang tidak digunakan lagi, hanya akan menghasilkan banyak sampah dan memakan ruang tempat penyimpananya. Berbeda dengan bimbingan virtual, karena bahan yang akan di bimbingkan tidak perlu dicetak, kalaupun revisi akan sangat mudah dan tidak akan banyak menimbulkan polusi jika tidak dipakai lagi. Selain itu bagi mahasiswa yang jauh dari kampus, maka otomatis setiap kali akan bimbingan, ia harus mengeluarkan biaya transportasi. Maka semakin banyak pertemuan bimbingan, akan semakin besar biaya transport yang dikeluarkan. Maka dari itu untuk efisiensi amat sangat diperlukan yang namanya bimbingan virtual.

Jadi keuntungan dari proses bimbingan virtual adalah efektivitas dan efisiensi selama proses bimbingan belajar. Kemudian progres penelitian mahasiswa akan semakin progressif. Sementara itu ada sedikit kekurangan yang ditimbulkannya yakni nilai ibadah silaturahimnya yang kurang dan hubungan interpersonalantara mahasiswa dan dosen pembimbing yang mungkin tidak akan terlalu kuat, karena jarang atau mungkin tidak bertemu secara langsung.
Yang paling akhir, saya ingin sampaikan bahwa, jika memang kebijakan lama masa studi mahasiswa itu sudah ditekan untuk lebih cepat. –berbeda dengan zaman dulu-, maka jangan sampai masa studi mahasiswa menjadi lama, hanya karena dosen jarang memiliki waktu untuk bimbingan dengan mahasiswanya. Saat ini sudah zaman serba cepat, mudah, murah, dan praktis. Untuk itu bagi yang masih ada pradigma lama di benaknya, rasanya kemajuan teknologi saat ini sudah bisa meyakinkan kita, bahwa proses bimbingan  bisa lebih efektif dan efisien salah satunya dengan proses bimbingan virtual.Wallahu’alam. Semoga bermanfaat

____________________________________________________

Penulis : Ence Surahman, S.Pd
(Mahasiswa Lulusan Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan  Universitas  Pendidikan Indonesia)

LEMBAR PERSETUJUAN

ARTIKEL KONTRIBUTOR

WEBSITE DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI

 

Pending

 

                                            Upload

No. Agenda

:

Judul Artikel

:

Bimbingan Virtual; Untuk Efektivitas dan Efisiensi

 

Pengirim

:

S. Ence Surahman, S.Pd

Hari/tanggal

:

28 Februari 2013

 

 

 

 

 

 

Catatan :

                                                           

Paraf        :

Tanggal    :

Telah direkam                                         

dalam komputer                                              

           

           

                               Bimbingan Virtual; Untuk Efektivitas dan Efisiensi

Oleh : Ence Surahman, S.Pd

(Mahasiswa Lulusan Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan  Universitas  Pendidikan Indonesia)

 

Tulisan ini  mengulas tentang konsep bimbingan virtual. Tantangan dan peluang serta kelebihan dan kekurangan dari proses bimbingan virtual itu sendiri. Tulisan ini sengaja dibuat untuk meningkatkan kesadaran kita hari ini bahwa saat ini zamannya serba cepat, mudah, praktis dan sederhana. Bukan lagi zamannya kerja lambat, susah, ribet, birokratis yang tidak perlu dan paradigma status quo yang masih bercokol disebagian benak kita. Mudah-mudahan ada sedikit percerahan baru yang bisa diimplementasikan dalam rangka efektivitas dan efisiensi proses pendidikan. khususnya dalam proses bimbingan penelitian mahasiswa baik untuk kepentingan tugas perkuliahan ataupun penelitian tugas akhir dan skripsi.

Secara konseptual, kita bisa definisikan yang disebut dengan bimbingan virtual adalah proses bimbingan antara mahasiswa dengan dosen, dengan menggunakan beberapa fasilitas dan sarana yang disediakan secara virtual atau online semisal surat elektronik (electronik mail), jejaring sosial (sosial network), telfon internet (voice over internet protokol (VOIP)), Yahoo Messanger (YM), Direct Message (DM), website dan semua fasilitas online yang bisa digunakan. Dalam prosesnya mahasiswa dan dosen tidak perlu melakukan pertemuan lansung, bahkan tidak perlu membuat waktu khusus untuk bimbingan, karena prinsipnya bisa dilakukan kapan saja, dimana saja, selama ada koneksi internet yang bisa dimanfaatkan.

Lalu mengapa harus secara virtual? Mengapa tidak yang konvensional saja, dosen bertemu secara langsung dengan mahasiswanya pada jam yang telah ditentukan? Mengapa harus secara bimbingan virtual?

Berikuti ini uraian beberapa alasan dan keuntungan serta manfaat bimbingan virtual;

Pertama adalah untuk efektivitas proses bimbingan, dengan menggunakan bimbingan virtual maka proses bimbingan akan lebih luas, tidak terbatas pada waktu dan kesempatan. Saya punya teman yang pernah curhat tentang proses bimbingan dengan dosen pembimbingnya. Kata beliau dalam sekali bimbingan paling dosen hanya memberikan waktu 5-10 menit/mahasiswa. Karena waktu dosen yang sedikit sementara jumlah mahasiswa yang mau bimbingan banyak. Akibatnya proses bimbingan jadi tidak efektif. Dosen hanya bisa memberikan arahan untuk beberapa point saja (tidak bisa banyak). Sementara dengan bimbingan virtual, maka proses bimbingan akan efektif karena semua masalah yang sedang dirasakan oleh mahasiswa bisa disampaikan dalam bentuk tulisan, kemudian dosen pun bisa menjawabnya secara gamblang sesuai dengan permasalahan yang sedang dirasakan oleh mahasiswanya. Dengan begitu proses bimbingan akan lebih produktif dan progress penelitian mahasiswa juga akan lebih progressif pula.

Alasan yang kedua, biasanya dosen memiliki jadwal agenda yang banyak, maka dengan bimbingan virtual dosen tidak perlu membuat dan meluangkan waktu khusus untuk melayani bimbingan secara langsung  dengan mahasiswanya. Sehingga agenda dosen yang lebih penting bisa tetap ia laksanakan, bimbingan dengan mahasiswa pun tidak terbengkalai. Jangan sampai masih kejadian ketika sudah disepakai jadwal bimbingan dosennya ada agenda lain dan mahasiswa yang jadi korban. Itu bukan sesuatu yang fair. Maka solusinya adalah dosen harus memberi ruang untuk bimbingan virtual.

Ketiga, efisiensi biaya dan transport untuk bimbingan. Tentu hal ini yang merasakan biasanya kebanyakan dari pihak mahasiswa, karena biasanya mahasiswa yang datang kepada dosen. Bayangkan saja, kalau bimbingan masih dengan proses yang konvensional, kemudian proses bimbingannya tidak efektif, maka mahasiswa akan berulang kali mencetak (print) bahan yang akan dibimbingkan dengan dosennya secara berulang-ulang sampai dipastikan tidak ada lagi yang perlu direvisi. Banyaknya kertas revisi juga bukan sesuatu yang bagus, karena itu pemborosan sumber daya alam, mungkin kita tidak pernah menyadari bahwa kertas berasal dari sumber daya alam, khususnya kayu, semakin banyak kertas yang dibutuhkan akan semakin banyak pula sumber daya alam yang segera dihabiskan. Bahkan tidak jarang kertas yang tidak digunakan lagi, hanya akan menghasilkan banyak sampah dan memakan ruang tempat penyimpananya. Berbeda dengan bimbingan virtual, karena bahan yang akan di bimbingkan tidak perlu dicetak, kalaupun revisi akan sangat mudah dan tidak akan banyak menimbulkan polusi jika tidak dipakai lagi. Selain itu bagi mahasiswa yang jauh dari kampus, maka otomatis setiap kali akan bimbingan, ia harus mengeluarkan biaya transportasi. Maka semakin banyak pertemuan bimbingan, akan semakin besar biaya transport yang dikeluarkan. Maka dari itu untuk efisiensi amat sangat diperlukan yang namanya bimbingan virtual.

Jadi keuntungan dari proses bimbingan virtual adalah efektivitas dan efisiensi selama proses bimbingan belajar. Kemudian progres penelitian mahasiswa akan semakin progressif. Sementara itu ada sedikit kekurangan yang ditimbulkannya yakni nilai ibadah silaturahimnya yang kurang dan hubungan interpersonalantara mahasiswa dan dosen pembimbing yang mungkin tidak akan terlalu kuat, karena jarang atau mungkin tidak bertemu secara langsung.

Yang paling akhir, saya ingin sampaikan bahwa, jika memang kebijakan lama masa studi mahasiswa itu sudah ditekan untuk lebih cepat. –berbeda dengan zaman dulu-, maka jangan sampai masa studi mahasiswa menjadi lama, hanya karena dosen jarang memiliki waktu untuk bimbingan dengan mahasiswanya. Saat ini sudah zaman serba cepat, mudah, murah, dan praktis. Untuk itu bagi yang masih ada pradigma lama di benaknya, rasanya kemajuan teknologi saat ini sudah bisa meyakinkan kita, bahwa proses bimbingan  bisa lebih efektif dan efisien salah satunya dengan proses bimbingan virtual.Wallahu’alam. Semoga bermanfaat