SURABAYA – Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Republik Indonesia mengadakan Bimbingan Teknis Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi Tahun 2017 di Surabaya, 28-30 Juli 2017.

Seperti yang dijelaskan Direktur Pembelajaran Dirjen Belmawa Kemenristekdikti Paristiyanti Nurwandari, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan guidline agar pembelajaran direncanakan dengan baik sesuai dengan kebutuhan industri dan kebutuhan dunia kerja.

“Kami berharap dengan adanya kegiatan ini, Perguruan Tinggi dapat mengembangkan kurikulum di masing-masing program studi di atas standar yang terdapat pada regulasi SN Dikti Permen Ristekdikti nomor 44 tahun 2015,” tutur Paris.

Jika program studi yang terdapat di Perguruan Tinggi mengembangkan proses pembelajaran dengan 8 standar pembelajaran yang ada pada SN Dikti, tentu hal itu akan menghasilkan proses pembelajaran dan yang bermutu, siap bekerja di dunia industri, dan siap menjadi job creator.

Kemenristekdikti, khususnya Dirjen Belmawa sangat berharap, dengan adanya kurikulum berbasis capaian pembelajaran dan KKNI, para program studi dapat menyiapkan 4 domain mahasiswa. Yakni mempunyai sikap yang sesuai dengan edit value dari nilai-nilai yang ada dalam Pancasila dan UUD 1945, mempunya keterampilan umum dan keterampilan khusus, dan berwawasan luas.

Acara yang dihadiri oleh 100 lebih PTS di Jawa timur ini, diharapkan tercipta pengembangan softskill mahasiswa. Sehingga mahasiswa tidak hanya siap bersaing secara nasional saja, akan tetapi dapat bersaing di kancah internasional dan tetap memegang teguh nasionalisme yang akan membawa Indonesia menjadi negara peringkat ke-7 perekonomian dunia di tahun 2030. (MR)

Galeri