SEMARANG – Data mencatat sekitar 11,5% masyarakat Indonesia masih berada pada kategori miskin. Dengan melihat angka tersebut, artinya akses masyarakat, terutama anak-anak yang mempunyai keinginan untuk melanjutkan ke Pendidikan Tinggi baik di daerah barat maupun timur Indonesia akan sedikit terhambat karena kemampuan ekonomi yang masih rendah.

Namun, hal tersebut perlahan mulai bisa ditanggulangi dengan program Beasiswa Bidikmisi dan ADik Papua & 3T dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Hal tersebut ditegaskan Menristekdikti Mohamad Nasir saat melakukan Temu Silaturahmi dengan para penerima Beasiswa Bidikmisi dan ADik Papua & 3T di auditorium Kampus Unversitas Diponegoro (Undip) Semarang, senin (3/10).

Di hadapan sekitar 1.000 orang penerima Beasiswa di wilayah Semarang, Nasir mengatakan, “Bantuan pendidikan (Beasiswa) ini diserahkan sebagai wujud komitmen negara untuk terus berupaya meningkatkan jumlah penduduk yang dapat menempuh pendidikan sampai ke jenjang pendidikan tinggi.”

Lebih jauh lagi, ungkap Nasir, diharapkan melalui bantuan pendidikan ini negara kita semakin dapat mewujudkan tujuan nasional bangsa, khususnya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Hal ini dapat dicapai jika kita mampu maksimalkan peranan modal potensial yang dimiliki, yaitu sumber daya alam dan sumber daya manusia,” jelasnya.

Tahun ini Pemerintah memberikan bantuan Bidikmisi kepada 75.000 mahasiswa baru, sehingga keseluruhan penerima bantuan pendidikan saat ini mencapai sekitar 320.000 orang. Dengan dana sekitar Rp. 3,2 Trilliun.

“Oleh karena itu, kita berharap akses pendidikan tinggi akan semakin terbuka dan dapat dinikmati oleh lebih banyak masyarakat di seluruh Indonesia. Hal ini juga akan meningkatkan daya saing bangsa Indonesia dan makin mendekatkan kita pada pencapaian tujuan nasional. Tidak ada lagi dikotomi pendidikan hanya untuk orang kaya, tapi semua harus dapat menikmati pendidikan tinggi,” imbuhnya.

Disinilah, menurut Nasir, Pemerintah hadir melalui Kemenristekdikti memberikan bantuan, subsidi bahkan pemberian beasiswa penuh dalam jumlah yang semakin meningkat dari tahun ke tahun, ditujukan kepada anak didik kita yang memiliki kemampuan akademik baik dengan kemampuan ekonomi yang terbatas.

Yos Johan Rektor Undip menambahkan bahwa inilah bukti kita semua hadir membantu pendidikan tinggi dalam memberi akses, terbukti di Undip semuanya tepat sasaran. “Kami siap lebih banyak lagi menerima mahasiswa Bidikmisi di tahun depan, karena kita sudah menerima di angka 30% untuk mahasiswa tidak mampu,” tegasnya.

Nasir pun berpesan kepada para penerima beasiswa yang hadir, “anda adalah mutiara-mutiara bangsa. Harapan saya, akan banyak menjadi pemimpin bangsa dari anda sekalian. Selamat belajar dengan sungguh-sungguh, kerja keras, semoga keberhasilan dan masa depan yang cerah menjadi milik anda semua. Semoga cita-cita dapat diraih dengan baik dan kelak menjadi orang orang yang tulus ikhlas dan memberikan yang terbaik dalam pengabdian kepada bangsa dan negara.”

Pada kesempatan tersebut Nasir juga mengapresiasi para penerima beasiswa dengan IPK tertinggi (4,00), dengan memberikan komputer jinjing kepada 4 orang terbaik. (DZI)